Pemerintah daerah yang berhasil mengelola lingkungan dengan mengurangi sampah plastik, menggerakan perekonomian daerah dengan merevitalisasi pasar rakyat, dan memberdayakan kalangan penyandang disabilitas. Semuanya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI). Itulah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar Bali. Sebagaimana dijelaskan oleh I Dewa Made Agung SE, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 28 Oktober 2019.
Inilah penerapan TI yang menurutnya paling membanggakan:
Program Smart Environment, latar belakangnya, mengutip hasil survei INAPLAS dan BPS, Indonesia termasuk salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, terutama sampah plastik yang dibuang ke laut. Pemkot Denpasar juga melakukan survei di tahun 2018, hasilnya penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar rata-rata sekitar 1 juta lembar per bulan. Strategi untuk mengurangi sampah plastik, pertama dengan regulasi dari walikota untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Kedua, pembentukan bank sampah. Ketiga, pembangunan aplikasi pelayanan bank sampah berbasis web dan mobile, yaitu SiDarling – Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan)
SiDarling, sudah tersedia di Google Play, merupakan sistem yang menghubungkan antara pemerintah, dunia usaha (pengelolaan sampah), dan masyarakat yang peduli lingkungan. Aplikasi ini akan mencatat semua kegiatan masyarakat yang mengirimkan sampah ke bank sampah dan akan mendapat imbalan uang yang disimpan di tabungan peduli lingkungan. Juga menampilkan berbagai hasil olahan sampah, misalkan pupuk yang dijual ke masyarakat.
Hasilnya, ada pengurangan penggunaan kantong plastik setelah diluncurkannya program ini, keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan bank sampah yang terlihat dari bertambahnya jumlah saldo nasabah tabungan peduli lingkungan.
Program Smart Economy dengan Smart Heritage Market yaitu merevitalisasi 34 pasar rakyat dengan memperkenalkan penggunaan teknologi digital untuk memungut retribusi atau e-retribusi, melakukan transaksi pembayaran elektronik bekerja sama dengan penyedia layanan keuangan digital (fintech). Termasuk menyediakan fasilitas wi-fi dan aplikasi QR code.
Hasilnya, mengurangi tingkat “kebocoran” dari retribusi para pedagang pasar rakyat. Memberikan kemudahan transaksi atau cashless.
Program Sosial, membuat portal untuk penyandang disabilitas. Isinya, skill yaitu informasi tentang keahlian dan prestasi yang dimiliki penyandang disabilitas; beasiswa, informasi program beasiswa untuk penyandang disabilitas; donasi, menghubungan antara donatur dengan apa yang dibutuhkan penyandang disabilitas; informasi lokasi wisata yang ramah untuk penyandang disabilitas; kegiatan, informasi kegiatan yang dikoordinir oleh K3S dan relawan; bursa kerja, informasi lowongan kerja untuk pemnyandang disabilitas yang sudah terintegrasi dengan bursa kerja Kota Denpasar.
Hasilnya, sejumlah penyandang disabilitas sudah mendapat pekerjaan di radio publik dan kantor Kominfo Pemkot Denpasar.














