PT Pertamina Hulu Energi (PHE), adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero), memiliki tugas mengelola wilayah kerja (WK) Pertamina dan menjadi “sub holding” dari anak perusahaan PHE dari masing-masing WK tersebut.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memiliki 58 anak perusahaan dengan data yang kompleks. Dengan masing-masing anak perusahaan memiliki data base dan aplikasi yang berbeda. PHE dan anak perusahaan SSO mengelola berbagai data di bagian up stream. Data itu meliputi data eksplorasi, produksi, dan development. Akibatnya, PHE mengalami kesulitan untuk mengumpulkan data dan menyampaikan data yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan. Misalnya, data minyak bumi, gas bumi dan LNG yang berasal dari berbagai wilayah kerja di seluruh Indonesia.
“PHE menyadari perlunya solusi yang dapat mengakomodasi data-data eksplorasi, produksi, dan development yang dihasilkan oleh berbagai aplikasi yang berbeda-beda yang saat ini digunakan anak perusahaan PHE dalam satu wadah data base,” jelas Bambang Rudi P, VP ICT & Data Management, PT Pertamina Hulu Energi di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 28 Oktober 2019.
Solusi yang digunakan PHE adalah Corporate Data Management System (CDMS). Solusi ini menyimpan dan mengolah data base terintegrasi dengan mengacu pada data model PPDM, menjadi satu-satunya sumber data SOT untuk PHE dan anak perusahaannya, dan mengamankan asset value yaitu data-data yang tersebar agar jangan hilang. Juga berfungsi sebagai tools untuk manajemen dan stake holders untuk mengambil keputusan dengan cepat.
CDMS digunakan dalam siklus investasi industri petroleum yang meliputi: siklus eksplorasi, siklus reservoir, siklus pembangunan situs sumur pemboran, dan siklus produksi. Dengan CDMS maka siklus informasi dapat berjalan dengan mulus untuk mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data. Sehingga akan tercapai kinerja yang optimal untuk teknis, operasional, ekonomi.
Dalam melakukan pengolahan data, CDMS dikolaborasikan dengan XD World yang digunakan untuk mengolah data spatial atau GIS data, seperti wilayah kerja, informasi tentang sumur pemboran, data seismik, hasil-hasil survei, dan data prospek dan lead. Hasilnya, menampilkan informasi tentang seismik/navigasi, lokasi sumur pemboran, dll. Juga dalam dashboard, seperti analisa reservoir dan study monitoring.
Hasilnya, diperoleh satu Sistem Operation Terpadu (SOT). Maksudnya, data produksi yang berasal dari anak perusahaan sebagai operator (aplikasi produksi domain Pertamina, aplikasi produksi domain non Pertamina) dan dari JOB/BOB/anak perusahaan (IP/PPI) dengan aplikasi produksi IP/PPI dapat ditampilkan dalam satu SOT data produksi ke SKK Migas.
Dengan CDMS, PHE kini dapat menampilan data produksi harian, bulanan, dan rekonsiliasi. Data yang ditampilkan adalah data produksi gas, data produksi minyak dan kondensat, data target, dan data reserve.














