Home Indeks E-Gov Terobosan Smart City 3.0 Kota Tangerang Makin Mudahkan Pelayanan Masyarakat

Terobosan Smart City 3.0 Kota Tangerang Makin Mudahkan Pelayanan Masyarakat

Terobosan Smart City 3.0 Kota Tangerang Makin Mudahkan Pelayanan Masyarakat
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah (ketiga dari kanan) dan jajaran Dinas Kominfo Pemkot Tangerang di Ajang Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 di Balai Sudirman, Jakarta, 4-6 November 2019 (Foto: Dokumentasi Pemkot Tangerang)

Kota Tangerang terus bertransformasi untuk menjadi Smart City. Mulai dari menyediakan layanan yang mudah diakses masyarakat hingga mewujudkan pemerintah yang bersih dengan keterbukaan informasi.

Kepala Dinas Kominfo, Pemkot Tangerang Mulyani mengatakan kota Tangerang mulai menjalankan konsep Smart City sejak awal tahun 2016 melalui pembuatan Tangerang LIVE Room dan sejalan dengan visi Tangerang LIVE yang merupakan akronim dari Liveable, Investable, Visitable, dan E-City berbasis teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).

“Inovasi smart city terbukti menjadikan sistem kerja pegawai dan pelayanan di masyarakat menjadi lebih cepat, efesien dan efektif,” katanya di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11).

Inovasi yang terus dikembangkan dan telah berhasil membuat 167 Aplikasi hingga saat ini, mengantarkan Kota Tangerang terpilih dalam 25 Kabupaten/Kota Gerakan 100 Smart City Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Termasuk juga berbagai penghargaan dan pengakuan dari skala Nasional dan Internasional.

Bahkan, Sebanyak 31 Pemerintah Daerah/Instansi telah mengadopsi aplikasi Pemkot Tangerang. Hal tersebut tertuang dalam Tangerang Smart City Partnership yang bertujuan untuk percepatan pembangunan daerah, peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di setiap daerah.

Setelah berhasil mengintegrasikan seluruh aplikasi yang masuk dalam tahapan Smart City 1.0 dan peningkatan pelayanan publik untuk Smart City 2.0. Maka kini sedang dikembangkan Smart City 3.0 dengan memanfaatkan Teknologi Geospasial atau Geographic Information System sehingga program yang direncanakan sesuai sasaran. Misalnya saja pengukuran kebutuhan material untuk pembangunan jalan dan lainnya.

Harapannya, masalah perkotaan dapat terpantau secara real time melalui teknologi berbasis jaringan sensor. Kemudian pemerintahan yang smart dengan penyediaan aplikasi/software/web yang membuat kerja menjadi efesien.

“Masyarakat yang smart yaitu kemandirian dan kreatifitas dalam pembangunan yang terpenuhi segala kebutuhan dasar hidupnya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here