Sebagai perusahaan yang mengelola pembangkit-pembangkit hampir di seluruh wilayah Tanah Air, kinerja dan keandalan pembangkit selalu menjadi fokus utama dalam bisnis Indonesia Power. Hal ini demi menjamin ketersediaan pasokan energi listrik bagi masyarakat. Sebuah strategi pun telah dirumuskan Indonesia Power sejak tahun 2016 lalu guna menjaga sekaligus meningkatkan performa pembangkit, yang diwujudkan dalam Reliability Efficiency Optimization Centre (REOC).
REOC adalah sebuah sistem pemantauan dan pengendalian keandalan efisiensi pembangkit. Sistem ini berjalan sebagai Pusat Informasi dan pengendalian keandalan serta efisiensi aset pembangkit yang terintegrasi dan real time.
REOC berangkat dari kebutuhan perusahaan akan adanya instrumen pengukuran yang dapat menjamin pencapaian target perusahaan yaitu terwujudnya Operation Maintenance Excellence (OME) yang menyediakan jasa O&M kelas dunia di era industri 4.0.
“Hal yang melatarbelakangi kami untuk menerapkan REOC adalah hasil pemantauan REOC akan menjadi sebuah informasi yang akan digunakan sebagai sarana untuk analisis dan pengambilan keputusan,” jelas Vice President IT Indonesia Power, Didik Harjanto di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019, di Jakarta, 29 Oktober 2019.
Informasi yang tersedia di REC meliputi informasi seputar pembangkit (plant information), Performance Management System untuk mendukung Program 5E (Enhancing & Embedding Energy Efficiency Excellent), dan Plant Operation Management. Informasi juga mencakup Reliability Centered Maintenance, Risk Based Inspection yang mendukung Outage Management, Early Warning System, serta Computerized Maintenance Management System yang menunjang Life Cycle Management (LCM) dan Life Cycle Cost Analysis (LCCA).
Implementasi REOC menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mengembangkan expert sistem pembangkitan. Melalui REOC, perusahaan menyiapkan dan meningkatkan kapabilitas keahlian personelnya yang akan mendorong peningkatan performa aset.
Konsep dan Fitur
Konsep REOC mengusung tiga fungsi, yaitu Analyze, Advise, dan Optimize. Analyze diterjemahkan dalam kegiatan monitoring parameter pembangkit untuk mengetahui adanya penyimpangan parameter yang menyebabkan losses dan penurunan potensi produksi. Dalam Analyze, juga dilakukan koordinasi dengan Advisor untuk tindakan koreksi terhadap penyimpangan parameter. Fungsi Analyze bertujuan untuk memonitor kinerja termal pembangkit serta mendeteksi secara dini penurunan kinerja termal pembangkit.
Pada fungsi Advise, Advisor memberikan rekomendasi solusi untuk mengoreksi penyimpangan parameter sehingga kembali ke posisi optimal. Misalnya saja, rekomendasi solusi disampaikan kepada unit yang mengalami penurunan kinerja termal. Kemudian, Advisor juga berkoordinasi dengan Optimizer guna mengawasi eksekusi optimasi agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Pada fungsi Optimize, Optimizer mengeksekusi rekomendasi dengan mengatur kondisi operasional pembangkit sesuai koordinasi dengan advisor sehingga mampu meningkatkan efisiensi pembangkit. Optimizer juga memberikan feedback kepada Advisor untuk melihat efektivitas pengaturan.
“Dengan implementasi sistem REOC yang mengusung konsep Analyze, Advice, Optimize, setiap potensi penurunan keandalan ataupun penurunan efisiensi dapat terdeteksi secara dini sehingga dapat segera dilakukan tindakan penanganan agar terhindar dari gangguan keandalan atau penurunan efisiensi,” paparnya.
Penerapan REOC sendiri meliputi 4 elemen yang terdiri atas Level 1 hingga Level 4. Pada setiap level, terdapat beberapa fitur yang sudah online, seperti View DCS di Level 1. Di Level 2, fitur yang sudah online, antara lain Command Dispatch REOC, Boiler Parameter Monitoring, Generator Parameter Monitoring, Coal Fired Steam Power Plant Controlable Losses Monitoring, Mill Operation Parameter Monitoring, serta Efficiency Monitoring. Sementara, fitur Turbine Performance Monitoring masih dalam proses pengembangan (in progress). Fitur berikutnya yang sudah online adalah Intellegent Sootblower di Level 3 dan Artificial Intellegent untuk pipa boiler di Level 4.
Saat ini, REOC telah sampai pada tahap implementasi. Namun, pembangunan infrastruktur dan pengembangan sistem REOC lebih lanjut masih berjalan secara paralel. Salah satu pembangunan infrastruktur REOC yang tengah berjalan setelah soft launching operasi REOC adalah pembangunan ruang REOC (full size) yang dilengkapi dengan 40 layar display untuk memonitor kondisi seluruh unit. Nantinya, ruang REOC ini akan menjadi Indonesia Power Operation Center.
Penulis: Albarsah














