Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan terus berbenah diri dalam hal penerapan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di sekolah-sekolah. Tahun depan, dinas akan mengalokasikan penambahan perangkat keras di sekolah menengah pertama (SMP).
“Penambahan perangkat keras pada tahun 2020 berupa pengadaan komputer server dan client dengan tujuan agar semua SMP sudah dapat melaksanakan UNBK 100 persen secara mandiri tanpa menumpang ke sekolah lain,” kata Arianto, Kadis P dan K Kab. Ogan Ilir dalam sesi presentasi penjurian TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 29 Oktober 2019.
Sejak dimekarkan dari Kab. Ogan Komering Ilir di 2004, seluruh SMP di Kabupaten Ogan Ilir masih melaksanakan ujian secara manual atau ujian nasional kertas pensil (UNKP). Namun, dengan adanya kebijakan pemerintah tahun 2015 yang mengimbau agar sekolah melaksanakan UNBK, maka secara bertahap SMP yang ada di lingkungan dinas mulai melaksanakannya.
Menurut Arianto, mengingat keterbatasan sarana-prasarana penunjang untuk pelaksanaan UNBK, pada tahun 2015 baru 1 sekolah yang melaksanakan UNBK. “Namun secara bertahap Pemkab Ogan Ilir mulai mengalokasikan anggaran untuk pemenuhan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan UNBK,” ungkapnya.
Di Kab. Ogan Ilir jumlah SMP yang melaksanakan UNBK terus bertambah. Di tahun 2017 sebanyak 15 sekolah, 2018 (20 sekolah) dan 2019 (80 sekolah). Dan berdasarkan data pokok pendidikan jumlah SMP yang ada sebanyak 80 dengan siswa 14.908.
Pengadaan perangkat keras berupa server, komputer dan peralatan lain, sejatinya telah dimulai pada 2018 oleh Pemkab Ogan Ilir melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Tak hanya dari sisi perangkatnya saja, tapi juga pengembangan SDM dan tata kelola.
Dikatakannya, penerapan UNBK dengan penambahan jumlah perangkat keras bertujuan untuk mewujudkan smart city di tahun 2020. “Di tahun anggaran 2020 akan dialokasikan kembali penambahan perangkat keras, pengembangan SDM serta pengembangan informasi pendidikan terintegrasi yang diharapkan dapat mewujudkan Kab. Ogan Ilir menuju smart city,” jelasnya.
Ke depannya, Dinas P dan K dengan disokong Pemkab Ogan Ilir melalui OPD terkait akan terus berupaya melakukan pemenuhan sarana-prasarana penunjang dalam pengembangan TIK sehingga di era revolusi industri 4.0 tidak tertinggal dari kabupaten/kota lain yang ada di Indonesia.
Penulis: Agus Haryanto














