Menyambut perayaan Natal dan tahun baru 2020, perusahaan telekomunikasi XL Axiata telah melakukan sejumlah upaya untuk memperkuat jaringan dalam menghadapi trafik saat liburan akhir tahun. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan meningkatkan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat dari kapasitas normal.
Selain itu, XL juga akan melakukan optimasi di area-area tujuan wisata dan sepanjang jalur transportasi darat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga persiapan untuk melakukan rekayasa jaringan jika terjadi kepadatan trafik di suatu lokasi. Perusahaan akan mengerahkan sekitar 30 unit Mobile BTS (MBTS) di berbagai lokasi yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik.
Plt. Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, persiapan itu sudah dilakukan perusahaan sejak jauh-jauh hari. Pada liburan akhir tahun 2018 lalu, XL Axiata mencatat lonjakan trafik meningkat hingga sekitar 30 persen dibanding hari-hari biasa.
“Untuk liburan nanti, kami memprediksi akan terjadi kenaikan trafik sekitar 15 persen di layanan data, dengan layanan streaming video atau musik, instant messenger, game, dan media sosial akan mendominasi. Akses ke peta digital seperti Google Map dan Waze juga kemungkinan akan mengalami peningkatan,” kata Darmayusa dalam siaran persnya, Jumat (13/12).
XL Axiata juga akan melakukan pengaturan trafik upstream menjadi 1,5 kali ke arah Malaysia dan Singapura melalui dua exchange Singapura dan Australia. Selain itu, perusahaan juga telah mengidentifikasi sedikitnya 300 titik lokasi yang diperkirakan akan menjadi pusat mobilitas pemudik.
Lokasi-lokasi tersebut antara lain bandar udara, terminal, pelabuhan penyeberangan, stasiun kereta, hingga rest area di sepanjang jalan tol Jawa dan Sumatera. Ada juga lokasi tujuan wisata, pusat perbelanjaan, hingga tempat ibadah, terutama Gereja terkait perayaan Natal, yang juga disebut XL Axiata akan mengalami lonjakan trafik.
Berdasarkan data trafik pada tahun lalu, lonjakan trafik terjadi di kota-kota besar, seperti Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Malang serta Merak, Bandar Lampung, hingga Palembang di jalur Jawa ke Sumatra. Untuk itu, XL Axiata sudah menyiapkan rekayasa pengalihan atau pemecahan trafik jika terjadi kepadatan di suatu area.
Dengan demikian, lonjakan trafik di suatu lokasi tidak akan menyebabkan congestion yang bisa menurunkan kualitas layanan kepada pelanggan. Darmayusa optimis upayanya itu akan menjamin kualitas jaringan XL Axiata tetap baik dan bisa terus melayani pelanggan sesuai dengan kebutuhan.
Selain kesiapan jaringan, XL Axiata juga melakukan antisipasi bencana, seperti banjir atau gempa bumi. Perusahaan telah menyiapkan pasokan daya listrik untuk menanggulangi masalah mati listrik di BTS-BTS.
“Untuk itu, tim kami di lapangan akan standby 24 jam selama masa libur ini, selain juga ada tim yang terus memantau kondisi jaringan di seluruh wilayah layanan XL Axiata melalui pusat monitoring kualitas layanan XL Axiata – Customer Experience and Service Operation Center (CE&SOC) yang berada di kantor pusat di Jakarta,” ujarnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, XL Axiata mencatat lonjakan trafik penggunaan jaringan kerap terjadi di kota-kota besar selain Jakarta selama Hari Raya. Di sisi lain, trafik penggunaan layanan di Jakarta justru berkurang.














