ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Telkomsel Ungkap Investasi Konektivitas 5G di RI Sangat Mahal

adam
21 December 2019 | 14:00
rubrik: Telco
25 Tahun Telkomsel: Memaknai Konsistensi Melayani Negeri

25 Tahun Telkomsel: Memaknai Konsistensi Melayani Negeri

Share on FacebookShare on Twitter

General Manager Network Strategic Roadmap Telkomsel, Christian Guna Gustiana menyebut secara teknis investasi untuk konektivitas 5G dinilai besar. Sebab, dibutuhkan Base Transceiver Station (BTS) tiga kali lipat dibanding 4G.

“Jika dibandingkan dari sisi power [kekuatan] yang dibutuhkan 5G butuh 3 kali lipat lebih besar, bisa dibayangkan harga 4G sekarang, investasi [5G] yang dibutuhkan akan sangat besar,” tuturnya saat Media Update 5G for Industrial di kantor Telkomsel, Jakarta.

Meski begitu, dia berharap nantinya investasi 5G untuk diimplementasikan di Indonesia tak terlalu besar.

“Untuk saat ini kita belum punya juga price list-nya [daftar harga] tetapi mudah-mudahan harga perangkat-nya [menara BTS] tidak besar,” pungkas Christian dalam siaran persnya, (21/12).

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan jaringan 5G dengan frekuensi tinggi memiliki tingkat cakupan sinyal yang rendah. Cakupan sinyal rendah ini berimbas pada mesti banyaknya investasi menara BTS agar bisa menyediakan cakupan sinyal yang luas.

Saat melakukan uji coba 5G di salah satu pabrik di kawasan Jakarta Utara bersama Smartfren pada Agustus 2019, Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemenkominfo, Denny Setiawan mengatakan saat ini uji coba 5G di Indonesia menggunakan spektrum 28 GHz.

Dengan frekuensi itu, cakupan sinyal untuk satu BTS hanya 200 sampai 300 meter.

“Teorinya kalau frekuensinya makin tinggi cakupannya makin kecil, tadi kan cuma 200 sampai 300 meter artinya perlu investasi yang sangat banyak,” kata Denny.

Oleh karena itu tingginya nilai investasi membuat 5G dari segi model bisnis tak ekonomis untuk diterapkan bagi masyarakat luas. Model bisnis baru cocok untuk industri yang menerapkan otomasi dengan kebutuhan kecepatan jaringan tinggi dan lattency yang rendah.

BACA JUGA:  Gandeng Play2Pay Inc, Indosat Ooredoo Luncurkan Adsgift

“Kalau diterapkan nasional berarti ini tidak bisa di-deploy biasa karena harus butuh BTS yang banyak. Ini sebenarnya efektif di daerah-daerah tertentu seperti daerah pabrik,” ujarnya.

Tawarkan Solusi Network Slicing

Christian kemudian menilai solusi Network Slicing dapat membuat jaringan 5G untuk kebutuhan industri lebih aman.

“Network slicing memungkinkan itu [data] bisa private karena model bisnis [5G] lebih banyak ke B2B karena untuk industri dan solusi ini bisa lebih aman,” ucapnya.

“Misal kita kerjasama dengan salah satu industri, lalu kita sediakan [komputasi awan atau cloud] yang betul-betul privat dengan network slicing. Jadi itu [cloud] terpisah dengan konsumen, terpisah juga dengan enterprise [perusahaan],” sambung Christian.

Network slicing 5G end to end sebetulnya adalah kunci transformasi digital bagi industri yang mendukung jaringan 5G. Solusi ini memudahkan sumber daya berupa jaringan fisik untuk dialokasikan secara fleksibel ke beberapa network slices secara virtual.

Dilansir ZDNet, network slicing berbasis cloud atau komputasi awan yang lengkap (end to end) untuk 5G RAN, core network, dan bearer network.

Selain itu, solusi ini juga mengintegrasikan policy engine dengan bantuan AI agar terus dapat meningkatkan operasional yang canggih dan kapabilitas jaminan layanan jaringan 5G.

Jika menilik dari sisi akses, menurut Christian jaringan 4G dan 5G memiliki core yang relatif sama. Sebab, pada 5G dikenal dua core yaitu standalone dan non standalone, yang mana core non standalone bisa juga dipakai untuk 4G.

“Dari sisi core, tidak terlalu berbeda. Jadi kalau di 5G ada namanya standalone dan non standalone bahkan non standalone pun bisa dipakai untuk core 4G,” pungkasnya.

SA (standalone) dan NSA (non standalone) merupakan dua jalur koneksi 5G. Saat ini, smartphone 5G hanya hadir dengan dukungan mode NSA. Jaringan ini sejalan dengan spesifikasi 3GPP. Jaringan 5G NSA masih didukung dengan infrastruktur 4G.

BACA JUGA:  Kolaborasi BBPT dan KKP Dukung Teknologi Kelautan & Perikanan

Berbeda dengan SA. Mode ini baru akan dapat digunakan ketika infrastruktur 5G sudah tersedia sepenuhnya. Mode ini akan menawarkan latensi super rendah dan penggunaannya akan lebih luas ketimbang mode NSA seperti dikutip GSMA.

Tags: 5GTelkomselTelkomsel 5G
Previous Post

Menristek Ungkap Tantangan Peran Swasta dan Mandeknya Riset di RI

Next Post

Gandeng Pertamina dan Telkom, BPH Migas Kebut Digitalisasi Nozzle SPBU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker soundcore C50i, Earbuds Open-Ear dengan FlexiClip

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards: PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pangkas Biaya Operasional Agen AI di Lingkungan Enterprise, Couchbase Kembangkan AI Data Plane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LOKET Luncurkan Platform Event Online Berbayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto