PT Aplikanusa Lintasarta, menyediakan fitur dan solusi yang dapat digunakan dalam kegiatan industri sawit mulai dari hulu sampai hilir. Solusi TI Lintasarta dapat membantu untuk mengakselerasi bisnis kelapa sawit dengan memberikan manfaat dalam menekan tingkat penyimpangan (fraud) dalam perusahaan kelapa sawit, membantu peningkatan produktivitas sawit, dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
“Implementasi teknologi informasi harus berkorelasi dengan peningkatan produktivitas di perkebunan, investasi IT yang baik hanya berkisar 8% sampai 15% dari hasil lonjakan produktivitas baru” ujar Hendra dalam Diskusi “Tantangan dan Solusi Industri Sawit 2014,” Hendra Prayogi, Vice President, West Indonesia Region, PT Aplikanusa Lintasarta.
Dalam pemilihan partner penyedia solusi TI, perusahaan sawit perlu mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu investasi IT yang dilakukan harus berhubungan dengan business outcome, aplikasinya harus mudah dioperasikan, pengalaman, dan mudah dihubungi ketika ada masalah. Sejumlah perusahaan kelapa sawit nasional dan multinasional saat ini sudah menggunakan solusi TI Lintasarta yaitu VSAT, fiber optik, dan radio link. Selain itu, bekerjasama dengan Partner Aplikasi, Lintasarta juga menyediakan layanan ERP dan CCTV monitoring.
Data Kementerian Pertanian menunjukan bahwa sampai tahun 2013, luas lahan kelapa sawit nasional diperkirakan 10 juta hektare dan produksi minyak sawit sebanyak 27,7 juta ton. Dengan rata-rata produktivitas sawit 3,8 ton per hektare per tahun. Pada tahun 2014 ini industri kelapa sawit nasional diproyeksikan akan lebih baik yang ditandai dengan: harga Tandan Buah Sawit (TBS) di tingkat petani semakin baik karena tumbuhnya harga CPO di pasar dunia, mulai berjalannya program mandatori biofuel maka serapan minyak sawit di dalam negeri diperkirakan akan meingkat yang ditopang pemakaian oleh sektor industri dan pangan, dan konsumsi CPO domestik yang diprediksi akan tumbuh 26% dari tahun 2013 yang berjumlah sekitar 9 juta ton.
Sehingga, industri kelapa sawit mendapatkan keuntungan/windfall profit dari tingginya harga CPO tersebut. Maka wajar jika kini banyak perusahaan penyedia TI membidik sektor perkebunan, khususnya industri kelapa sawit, sebagai target untuk memasarkan solusi TI. Seiring dengan itu, perusahaan kelapa sawit juga ingin meningkatkan produktivitasnya untuk menjadi industri yang unggul dengan memanfaatkan solusi TI.














