Begini Cara Kerja Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT untuk Atasi Banjir

Penulis adam

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akibat curah hujan tinggi di Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Dikutip dari laman resmi BPPT, Rabu (8/1/2020) Teknologi Modifikasi Cuaca sejatinya sebuah pemanfaatan teknologi yang berupaya inisiasi ke dalam awan agar prosesor yang terjadi di awan lebih cepat.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto teknologi tersebut berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan.

“Hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca ini adalah, dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan,” kata Seto.

Lebih lengkapnya, awalnya hujan diturunkan lebih dahulu di beberapa wilayah. Dalam sekali pengaplikasiannya, umumnya menghabiskan 3.000 karung garam Perak Iodida seberat 4 ton yang diangkut menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI-AU dan CASA 212-200.

Setelah mencapai spot, seluruh garam tersebut ditebar. Untuk sekali operasi, biaya yang dihabiskan hingga Rp20 miliar. “Tidak murah biayanya, bisa mencapai 20 miliar,” kata Seto.

Selain menggunakan pesawat, modifikasi cuaca juga dapat dilakukan dengan menggunakan flare (roket) yang menembakkan garam ke awan.

“Untuk melakukan Operasi TMC butuh pesawat yang biasanya dimodifikasi khusus untuk operasi TMC, guna mengangkut kru serta bahan semai, berupa garam halus yang nantinya akan disemai di dalam awan,” paparnya.

BACA JUGA

Leave a Comment