ItWorks.id- PT Metropolitan Land Tbk (Metland) terus memperluas pasar dan ekspansi bisnisnya di tengah kinerja perusahaan yang tetap stabil sepanjang 2025. Pengembang properti berkode emiten MTLA itu kini membidik Sulawesi Utara sebagai pasar baru melalui pengembangan proyek hotel di Tomohon.
Ekspansi tersebut menjadi salah satu fokus Metland pada 2026 setelah perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar sepanjang tahun buku 2025. “Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 di Bekasi, (26/5), dilansir dalam siaran pers, baru-baru ini.
Dalam upaya memperluas jangkauan bisnis, Metland melanjutkan pengembangan lini perhotelan melalui proyek Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara. Hotel tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai strategi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar di kawasan Indonesia Timur sekaligus menangkap potensi pertumbuhan sektor pariwisata dan bisnis di Sulawesi Utara.
Selain ekspansi ke Tomohon, Metland juga mempercepat pengembangan proyek hotel lainnya. Pada Januari 2026, perusahaan telah melakukan topping off Metland Smara Hotel Bekasi, hotel bintang empat berkonsep city hotel yang dilengkapi restoran rooftop dengan panorama Kota Bekasi.
Tak hanya di sektor hotel, Metland juga terus mengembangkan proyek residensial dengan menghadirkan produk yang disesuaikan kebutuhan pasar. Beberapa proyek yang dipasarkan antara lain cluster Neora di Metland Menteng, cluster Kertanata di Metland Kertajati, dan cluster Brassia Garden di Metland Cikarang.
Perseroan juga melanjutkan pemasaran sejumlah proyek unggulan seperti cluster Walden di Metland Transyogi, Barcelona Cove dan South Tresor phase 2 di Metland Cyber Puri, serta Havana Breeze di Metland Cibitung.
Sementara di sektor komersial, Metland mulai mengoperasikan G’AVEnue di Grand Metropolitan Bekasi sejak 13 Februari 2026. Area terbaru tersebut mengusung konsep semi outdoor dengan dominasi tenant food and beverage guna memperkuat destinasi gaya hidup dan kuliner masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sekitar 18 persen dari laba bersih atau sebesar Rp9,70 per saham kepada 7,65 miliar pemegang saham. Perseroan turut menyisihkan dana cadangan sebesar Rp1 miliar, sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Selain itu, Metland melakukan perubahan susunan pengurus perusahaan untuk periode 2026-2031. Perseroan menunjuk Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen menggantikan Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun. Di sisi lain, Santoso mengundurkan diri dari jabatan Direktur Perseroan.
Strategi Digital
Dalam paparannya, Anhar mengatakan, perusahaan akan terus memperkuat inovasi dan strategi pemasaran digital guna menjaga pertumbuhan penjualan dan daya beli masyarakat.
Pada 2026, MTLA menargetkan marketing sales yang berasal dari pre sales dan recurring revenue mendekati Rp2 triliun. Hingga April 2026, perusahaan telah membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar, dengan kontribusi sekitar 73 persen berasal dari pre sales dan 27 persen dari recurring revenue.
Dengan ekspansi ke Sulawesi Utara dan pengembangan proyek di berbagai sektor, Metland optimistis dapat memperluas pasar sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah dinamika industri properti nasional.
Metland merupakan pengembang properti terkemuka dan terpercaya dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di Indonesia. Portofolio Metland saat ini sebanyak 21 proyek, mencakup sembilan proyek perumahan dan proyek komersial yang terdiri dari empat pusat perbelanjaan, enam hotel berbintang, dua apartemen dan gedung perkantoran.















