XL Kaji Rencana Genjot Ketersediaan Jaringan Bawah Laut Internasional

Penulis adam

PT XL Axiata Tbk berencana terlibat kembali dalam pembangunan kabel bawah laut internasional, untuk memperkuat jaringan yang dimiliki.

Group Head Corporate Communications PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan perseroan berencana membangun kabel laut baru untuk memperkuat jaringan yang dimiliki, khususnya sebagai sistem redundant (sistem jaringan cadangan). Namun, Ayu tidak menyebutkan realisasi rencana tersebut.

Ayu mengatakan bahwa kehadiran kabel Internasional juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing XL dalam memberikan layanan internet. Jaringan tulang punggung (backbone) internasional adalah saluran pusat tempat data bermigrasi dari satu negara ke negara lain. Misalnya, saat masyarakat bermain Facebook, akan terjadi transfer data dari Indonesia ke Amerika Serikat. Jalur yang digunakan untuk transfer data adalah jaringan tulang punggung internasional.

Makin banyak penggunaan akses data lintas negara, maka kapasitas jaringan tulang punggung yang dibutuhkan makin besar. Saat ini kapasitas yang tersedia masih mencukupi kebutuhan masyarakat, meskipun Apjatel tidak menyebutkan besar kapasitas yang dibutuhkan.

Operator yang memiliki kabel internasional saat ini antara lain, PT Indosat Tbk., PT XL Axiata Tbk., PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT Mora Telematika Indonesia, PT Nap Info Lintas Nusa dan lain sebagainya.

“Pertimbangan lainnya tentu adalah untuk mendukung pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan masyarakat Indonesia ke akses global,” kata Ayu di Jakarta, Senin (13//1).

Tahun lalu, PT XL Axiata Tbk. merampungkan pembangunan sistem komunikasi kabel bawah laut internasional. Keduanya tergabung dalam konsorsium dengan perusahaan asing untuk membangun jaringan tulang punggung internasional.

XL Axiata bersama Vocus Group dan Alcatel Submarine Networks menyelesaikan proyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Australia-Indonesia-Singapura, yang memiliki kapasitas 30 Terabita (TB) untuk jalur Jakarta-Singapura, dan 20 TB untuk Jakarta-Perth (Australia).

Kapasitas yang disediakan SKKL tersebut setara denga enam kali total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini.

Direktur Teknologi XL Yessie D. Yosetya mengatakan bahwa keberadaan SKKL tersebut, memperkuat jaringan data yang telah ada saat ini, termasuk untuk mengatasi peningkatan lalu lintas data di masa mendatang.

BACA JUGA

Leave a Comment