Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terus menggarap proyek pesawat nasional. Setelah sebelumnya sukses dengan pesawat N219, saat ini Lapan mengerjakan pesawat serupa, tapi dengan kemampuan di darat dan perairan (amfibi) bernama N219 Amphibi (N219A).
Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan, Gunawan Setyo Prabowo menyatakan, anggaran pembuatan pesawat sudah mulai dianggarkan tahun ini.
“Sudah dianggarkan, kita juga sudah mau kontrak dengan vendor float-nya,” katanya dalam keterangannya, Senin (20/1/2020).
Dia menuturkan, pembuatan pesawat amfibi itu sekaligus menunggu proses sertifikasi (type certificate/TC) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Untuk anggaran pembuatan pesawat N219A, Lapan mengajukan biaya Rp 431 miliar.
“Target deliver-nya 2024, sesuai program,” jelasnya.
Maksud target deliver itu adalah pesawat sudah jadi dan telah mendapat amandemen atau sertifikat TC dari Kemenhub. Gunawan mengatakan, Lapan optimistis dengan target tersebut.
Dia menyebutkan bahwa pesawat N219A bisa difungsikan sebagai armada penerbangan perintis. Terutama di daerah khusus seperti pegunungan, pesisir pantai, danau, serta daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
“Indonesia membutuhkan moda transportasi yang cepat dan efisien dalam mendukung destinasi wisata, apalagi untuk konektivitas pulau-pulau kecil,” tukasnya.














