ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Didenda Uni Eropa, Google Berlakukan OS Android Berbayar

adam
27 July 2018 | 10:00
rubrik: Digital
48 karyawan Google dipecat karena pelanggaran seksual

Sundar Pichai (CEO Google)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Komisi Eropa menjatuhkan denda sekitar lima miliar dollar AS atau sekitar Rp 72,3 trilun ke Google setelah dianggap terbukti bersalah melanggar undang-undang anti-pakat Uni Eropa. Google disebut melakukan monopoli platform Android dalam model bisnisnya.

Sepertinya, penalti tersebut membawa kabar kurang menyenangkan bagi pengguna Android. Dalam postingan blog resmi Google yang ditulis oleh CEO Google, Sundar Pichai secara implisit mengancam jika platfom Android bisa jadi tidak gratis seperti saat ini.

“Selama ini, model bisnis Android tidak membanderol biaya bagi produsen ponsel yang menggunakan teknologi kami, tidak juga bergantung pada model distribusi yang dikontrol ketat,” tulis Pichai.

“Tapi kami khawatir jika keputusan saat ini (didenda Komisi Eropa) akan mengganggu keseimbangan yang kami berlakukan di Android, dan akan menjadi pertanda buruk untuk mendukung kepemilikan sistem platform terbuka,” jelas Pichai.

Secara halus, Pichai menyinggung “keseimbangan” yang merujuk ke model bisnis Android yang terbuka dan gratis. Hal tersebut seakan “mewant-wanti” para produsen ponsel dan pengguna Android soal perubahan model bisnis Android kedepannya.

Salah satu dakwaan yang dijatuhkan Komisi Eropa ke Google adalah skema bundling aplikasi pencarian Google dan peramban Chrome milik Google sebagai pre-instal app di ponsel Android.

Dalam model bisnisnya, aplikasi tersebut terpaket dengan Android yang disebut “bebas biaya”. Tanpa menyebut langsung soal itu, Pichai membeberkan fakta jika pengguna Android biasanya akan menginstal sendiri sekitar 50 aplikasi dan menghapus aplikasi pre-instal.

Ia menegaskan jika Google tidak diperbolehkan mem-bundling aplikasi besutannya, maka akan mengacaukan ekosistem Android. “Jika produsen ponsel dan operator jaringan mobile tidak menyertakan aplikasi kami di perangkat mereka, maka akan mengganggu ekosistem Android,” jelas Pichai sebagaimana dikutip dari The Verge.

BACA JUGA:  Ini Fitur Istimewa Google di Saat Bulan Ramadhan

Komisi Eropa menuntut Google mengubah skema bisnisnya terutama soal aplikasi bundling. Namun, tidak pula memberikan solusi bagaimana model bisnis seharusnya yang disarankan.

Jika vendor smartphone atau operator jaringan bisa memasang aplikasi pencarian mereka sendiri ketimbang milik Google, maka pendapatan iklan Google jelas akan terpangkas drastis.

Sebab, mesin pencarian Google masih menjadi sektor utama pendapatan Google. Dilaporkan The Street, pendapatan dari iklan di pencarian mobile tumbuh 26 persen pada kuartal pertama 2018 menghasilkan 22 miliar dollar AS (sekitar Rp 318 triliun).

Tags: Google
Previous Post

Inilah kerugian terbesar dalam sejarah pasar saham AS

Next Post

Sensor Kamera Smartphone Sony IMX586 Punya Resolusi 48 Megapixel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Imbas Youtuber Promosi Vape Libatkan Anak-Anak, Komdigi Akan Panggil Youtube

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi: Modernisasi Workflow di Frontline Buka Peluang Peningkatan Produktivitas dan Profitabilitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Corsair Rilis K70 PRO MINI WIRELESS, Keyboard Gaming Mekaninal Terbarunya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto