BSN Apresiasi Industri Alsintan Yogya Terapkan SNI Sukarela

Penulis Churry


Dalam rangka mendorong industri menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara konsisten dan ikut mempromosikan akan pentingnya penggunaan produk ber-SNI, Badan Standardisasi Nasional (BSN) kerap melakukan kunjungan kerja ke lapangan. Kali ini, mengunjungi CV Karya Hidup Sentosa di Yogyakarta yang memproduksi alat produksi pertanian (Alsintan).

Dalam kunjungan kerja yang dipimpin langsung Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya, pada (04/02), CV Karya Hidup Sentosa diketahui telah menerapkan SNI 0738:2014 Traktor pertanian roda dua – Syarat mutu dan metode uji; dan SNI 0738:2014/Amd 1: 2016 Traktor pertanian roda dua – Syarat mutu dan metode uji – Amandemen 1. Selain itu, industri ini juga menerapkan ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu.

“Dua industri penerap SNI alsintan yang ada di Indonesia, salah satunya, CV Karya Hidup Sentosa. BSN perlu mencari industri yang bisa menjadi role model dan menginspirasi industri lain agar tergerak menerapkan SNI di bidang alsintan melalui cerita sukses role model tersebut,” ujar Bambang dalam kesempatan kunjungan tersebut seperti dilansir dalam siaran persnya.

Disebutkan, data industri penerap SNI selain bidang Alsintan, bisa diakses di situs sibangbeni. Saat ini BSN telah menetapkan 138 SNI alsintan yang bersifat sukarela. Selain SNI traktor pertanian roda dua, SNI lainnya di antaranya SNI 7429:2008 Mesin perontok padi tipe pelemparan jerami – Syarat mutu dan cara uji; serta SNI 0331:2018 Cangkul – Syarat mutu dan metode uji.

SNI 0738:2014 disusun oleh Sub Panitia Teknis (SPT) 65-04-S2, Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura sebagai acuan atau pedoman bagi laboratorium penguji dalam rangka jaminan mutu produk alat dan mesin pertanian khususnya untuk traktor roda dua. “Ruang lingkup standar ini menetapkan syarat mutu dan metode uji traktor pertanian roda dua dengan menggunakan perlengkapan alat pertanian yaitu alat pengolah tanah bajak singkal, bajak piringan, bajak rotary, garu, dan gelebek dengan menggunakan daya motor penggerak,” jelas Bambang.

Dalam SNI ini, traktor pertanian roda dua diklasifikasikan berdasarkan jenis motor penggerak dan daya kontinyu motor penggerak (kelas traktor), serta tipe kopling utama. Adapun, syarat mutu dalam SNI 0738:2014 adalah spesifikasi dan dimensi traktor pertanian roda dua; konstruksi; persyaratan unjuk kerja; serta persyaratan uji pelayanan.

Bambang menambahkan, terkait syarat mutu terbagi dalam tiga kelas, A, B, dan C. Untuk bobot operasi traktor kelas A lebih kecil atau sama dengan 185 kg, kelas B lebih kecil atau sama dengan 350 kg, kelas C, lebih kecil atau sama dengan 450 kg; serta volume silinder kelas A, 180-400 ml, kelas B, 200 – 520 ml, kelas C, 400-620 ml.

Sementara terkait uji beban berkesinambungan (continuous loading test), kata Bambang dilakukan uji pada 80% beban maksimum selama 25 jam. Uji beban kesinambungan dilakukan di atas bangku uji, dimana traktor pertanian roda dua dipasang pada meter pengukur daya poros dan diikat pada posisi yang kuat.

Semua instrumen dipasang dengan benar dan telah dikalibrasi dengan baik.
Motor penggerak dihidupkan pada posisi putaran roda penerus (fly heel) maksimum sesuai spesifikasi. Tingkat kecepatan gigi transmisi dioperasikan pada posisi kecepatan yang sesuai dengan kondisi pada saat dipakai untuk pengolahan tanah (untuk traktor yang dilengkapi gigi kecepatan ganda). Selanjutnya dilakukan proses pemanasan (running-in) selama 30 menit. Pengukuran dilakukan dengan memberi beban (torsi) pada poros roda secara bertahap meningkat dari beban minimum sampai dengan beban maksimum.

Sementara itu, Direktur CV Karya Hidup Sentosa, Hendro Wijayanto menyampaikan apresiasinya kepada Kepala BSN yang telah berkunjung ke perusahaannya. Dengan menerapkan SNI, diakui pihaknya dapat memberikan jaminan bahwa produk Quick terjamin kualitasnya sehingga konsumen tidak perlu ragu menggunakan produk Quick.

“Kami berharap agar SNI Traktor Pertanian Roda 2 dan TKDN menjadi syarat atas produk yang akan dibeli oleh pemerintah, guna menjamin kualitas serta melindungi industri dalam negeri. Kami juga mendapat informasi dari BSN, bahwa BSN akan menyelenggarakan kegiatan Indonesia Quality Expo pada November 2020 mendatang di Yogyakarta. Oleh karenanya, harapan kami, BSN dapat terus meningkatkan sosialisasi baik secara langsung maupun publikasi melalui media” ujar Hendro. (AC)

BACA JUGA

Leave a Comment