Wabah virus corona diperkirakan bakal berdampak negatif pada pengapalan smartphone global tahun ini.
Menurut estimasi IDC pengapalan smartphone tahun ini akan mengalami penurunan sebesar 2,3%, dan volume pengiriman smartphone hanya lebih dari 1,3 miliar unit.
COVID-19, nama penyakit yang disebabkan oleh virus corona, akan memperburuk perlambatan pengiriman smartphone, dan diestimasi akan berdampak pada penurunan tahunan sebesar 10,6% pada paruh kedua 2020. Pengapalan smartphone global menurut IDC kemungkinan akan tumbuh lagi di 202, sebagian karena adanya peningkatan fokus pada 5G.
“COVID-19 menjadi alasan lain belum meluasnya tren kontraksi pasar smartphone saat ini, meredam pertumbuhan pada semester pertama tahun ini. Bila Cina, (sebagai) pasar smartphone terbesar akan mendapat pukulan terbesar, (wilayah) geografis besar lainnya akan merasakan pukulan dari gangguan rantai pasokan,” kata Sangeetika Srivastava, senior research analyst with IDC’s Worldwide Mobile Device Trackers seperti dilansir CNET.
Lebih jauh Srivastava menilai bahwa masalah penutupan pabrik, karantina, dan pembatasan perjalanan akan menyulitkan vendor untuk membuat dan meluncurkan perangkat. Situasi ini diestimasi membaik mulai kuartal ketiga karena selain situasi di sekitar wabah diharapkan membaik, juga ada fokus pada perangkat 5G.
“Untuk pusat wabah, Cina, kami memperkirakan pasar domestik akan turun mendekati 40% y-o-y untuk kuartal pertama, dan bahkan dengan potensi pemulihan Maret masih akan sulit untuk mencapai level tahun lalu,” kata Will Wong, research manager with IDC’s Asia/Pacific Client Devices Group.
Pembeli, lanjut Wong, akan membeli dari chanel online yang akan (berdampak) pada peningkatakan jumlah ponsel yang dijual secara signifikan pada paruh pertama 2020 dan mungkin mewakili adanya perubahan permanen dalam perilaku belanja (mereka).
Virus corona diketahui pertama kali merebak di Wuhan, Cina pada Desember 2019 lalu. Saat ini, virus corona sudah menginfeksi lebih dari 82 ribu orang dan mengakibatkan setidaknya 2800 orang meninggal di seluruh dunia. (Fauzi)














