ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Accenture Technology Vision 2020 Prediksi 5 Tren Utama TI

Ahmad Churi
28 February 2020 | 16:36
rubrik: Research
Accenture Technology Vision 2020 Prediksi 5 Tren Utama TI
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Accenture Technology Vision 2020, memprediki beberapa tren teknologi utama yang akan menata ulang bisnis-bisnis selama tiga tahun ke depan. Sedikitnya ada lima tren utama yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan untuk meredakan bentrokan teknologi dan mewujudkan bentuk-bentuk nilai bisnis baru hingga kepercayaan (trust), untuk bersaing dan mencapai kesuksesan dalam dunia yang serba digital.

Accenture Technology Vision 2020 yang merupakan laporan tahunan Accenture (NYSE: ACN) edisi ke-20, memprediksi tren teknologi utama yang akan menata ulang bisnis-bisnis selama tiga tahun ke depan. Menurut laporan bertajuk “Kita, Manusia di Era Pasca Digital: Dapatkah perusahaan Anda bertahan melewati ‘bentrokan teknologi (tech-clash)?”, meskipun teknologi semakin melekat ke dalam kehidupan manusia, upaya organisasi-organisasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat masih bisa menemui kegagalan.

Perlu adanya pola pikir dan pendekatan yang baru pada saat teknologi digital ada di mana-mana dan perusahaan-perusahaan memasuki dekade digitalnya.
Dari survei yang dilakukan Accenture untuk laporan Technology Vision terhadap lebih dari 6.000 eksekutif bisnis dan TI di seluruh dunia, 83% mengakui bahwa teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman manusia. “Bahkan di Indonesia, 97% eksekutif setuju akan pentingnya hubungan tersebut,” kata Indra Permana, Technology Delivery Lead, Accenture di Indonesia melalui paparan persnya (28/2), di Jakarta.

Ditambahkan, karena terpesona oleh janji teknologi, banyak organisasi menciptakan produk dan layanan digital semata-mata karena mereka bisa melakukannya, tanpa sepenuhnya mempertimbangkan konsekuensi manusia, organisasi, dan sosial. “Sekarang ini kita melihat bentrokan teknologi yang disebabkan oleh harapan konsumen, potensi teknologi, dan ambisi bisnis – dan sekarang kita berada pada titik dimana perubahan kepemimpinan menjadi penting. Banyak perusahaan harus mengubah pola pikirnya dengan meninjau kembali model bisnis dan teknologi fundamental dan menciptakan basis persaingan dan pertumbuhan baru,” ujarnya.

BACA JUGA:  Studi ADB: Penting Mengembangkan Keterampilan di Indonesia untuk Bertransisi ke Industri 4.0

Berdasarkaan laporan Technology Vision, dilanjutkannya penggunaan model yang ada saat ini – tanpa memikirkan perlunya inovasi – tidak hanya berisiko mengganggu pelanggan atau memutus keterlibatan karyawan, tetapi juga bisa secara permanen membatasi potensi pembaharuan dan pertumbuhan di masa depan. Namun demikian, tech-clash adalah tantangan yang bisa diatasi.

Technology Vision mengidentifikasi lima tren utama yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan selama tiga tahun ke depan untuk meredakan bentrokan teknologi dan mewujudkan bentuk-bentuk nilai bisnis baru yang sebagian didorong oleh hubungan yang kuat dan saling percaya dengan para pemangku kepentingan:

  1. Pentingnya Personalisasi Pengalaman. Organisasi-organisasi perlu merancang personalisasi pengalaman yang memperkuat kegiatan dan pilihan seseorang. Hal ini dapat mengubah para pengguna yang pasif menjadi aktif dengan transformasi pengalaman-pengalaman satu arah, yang dapat membuat orang merasa tidak memiliki kendali atas pilihan yang ada dan tidak terlibat menjadi sebuah kolaborasi yang sebenarnya. Lima dari enam eksekutif bisnis dan TI yang disurvei (85%), di Indonesia (92%), percaya bahwa kesuksesan persaingan dalam dekade baru ini menuntut organisasi-organisasi untuk meningkatkan hubungannya dengan para pelanggan, menjadikan mereka sebagai mitra.
  2. AI dan Saya. Kecerdasan Buatan (AI) harus memberikan kontribusi pada cara manusia melakukan pekerjaan mereka, bukan hanya menjadi pendukung otomatisasi. Sejalan dengan tumbuhnya kemampuan AI, perusahaan-perusahaan harus memikirkan kembali pekerjaan yang mereka lakukan untuk menjadikan AI sebagai bagian generatif dari proses kerja tersebut, dengan kepercayaan dan transparansi sebagai intinya. Saat ini, hanya 37% organisasi, 47% di Indonesia, yang melaporkan penggunaan desain inklusif atau prinsip desain yang berpusat pada manusia untuk mendukung kolaborasi antara manusia dan mesin.
  3. Dilema Kecerdasan. Asumsi-asumsi tentang siapa yang merupakan pemilik dari suatu produk sedang ditantang di dunia yang memasuki situasi “stagnan dalam tahap beta.” Sewaktu perusahaan-perusahaan berusaha memperkenalkan generasi produk baru yang digerakkan oleh pengalaman digital, penanganan untuk hal baru ini menjadi sangat penting dalam mendukung kesuksesan. Hampir tiga perempat (74%) eksekutif, sedang di Indonesia 82%, melaporkan bahwa produk dan layanan yang terhubung dengan organisasi mereka akan memiliki pembaharuan dalam jumlah yang lebih banyak atau jauh lebih banyak selama tiga tahun ke depan.
  4. Robot di Alam Terbuka. Robotika tidak lagi terkurung di dalam gudang atau pabrik. Dengan 5G yang siap untuk secara signifikan mempercepat pertumbuhan tren, setiap perusahaan harus memikirkan kembali masa depannya melalui lensa robotika. Pandangan eksekutif tentang bagaimana karyawan mereka akan merangkul robotika terpecah: 45% mengatakan bahwa karyawan mereka akan merasa tertantang dalam mencari cara untuk bekerja sama dengan robot, sementara 55% meyakini bahwa karyawan mereka akan dengan mudah menemukan cara untuk bekerja sama dengan robot. Di Indonesia berbeda, karena (82%) yakin bahwa industri mereka membutuhkan robot di alam terbuka.
  5. DNA Inovasi. Perusahaan-perusahaan memiliki akses ke sejumlah besar teknologi disruptif yang belum pernah ada sebelumnya, seperti buku besar terdistribusi (distributed ledger), AI, extended reality, dan komputasi kuantum. Untuk mengelola semuanya, organisasi-organisasi perlu membuat DNA inovasi unik mereka sendiri sambil berkembang dengan kecepatan yang dituntut oleh pasar saat ini. Tiga perempat (76%), di Indonesia 83%, eksekutif percaya bahwa kebutuhan untuk inovasi belum pernah setinggi ini. Oleh karena itu, untuk melakukannya dengan “benar”, dibutuhkan cara-cara baru untuk berinovasi dengan mitra ekosistem dan organisasi dari pihak ketiga.
BACA JUGA:  Lintasarta-Accenture Berkolaborasi Dorong Percepatan Kedaulatan AI Cloud

Disrupsi (disrupter) telah mampu untuk mengatasi kesenjangan antara harapan manusia dan standar yang ada saat ini. Sebagai contoh, perusahaan startup Inrupt sedang mengerjakan arsitektur penghubung data yang disebut Solid. Halini dirancang untuk memberikan kendali yang lebih besar kepada manusia atas informasi pribadi mereka dengan memungkinkan mereka untuk menyimpan dan menggunakan data mereka di seluruh web melalui beberapa “pod”.

Manusia dapat memutuskan di mana pod mereka akan di-host dan menentukan perusahaan atau mesin mana yang dapat mengaksesnya serta mencabut atau menghapus informasi mereka kapan saja. Semua ini dirancang untuk mengatalisasi visi awal Tim Berners-Lee, salah satu pendiri Inrupt, untuk memiliki web yang berisi peluang bagi semua orang. Inilah salah satu jenis pendekatan yang berpusat pada manusia yang akan menentukan siapa yang akan menjadi organisasi terkemuka di masa depan. (AC)

Tags: Accenture
Previous Post

Bhinneka.com Bantu UMKM Naik Kelas

Next Post

Gandeng Zebra, JANZ Hadirkan Teknologi POS Canggih untuk Sektor Bisnis Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Load More

TERPOPULER

  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Risiko Jika Kata Sandi Kita Jatuh ke Penjahat Dunia Maya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Diperkenalkan, Ini yang Ditawarkan Lenovo Qira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX 50 Series Goes To Campus, Dorong Kreatifitas Mahasiswa Kembangkan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto