Criteo S.A., meluncurkan hasil studi mengenai dampak COVID-19 pada jumlah pengunduhan dan penggunaan aplikasi di Indonesia. Penelitian Criteo mengungkapkan bahwa saat ini aplikasi sangat diperlukan pengguna untuk berbelanja, terhubung dengan orang yang mereka cintai, dan juga hiburan.
“Kami melihat potensi besar aplikasi di pasar Indonesia untuk dapat berhasil dalam melakukan engagement dengan konsumen karena kami melihat bahwa konsumen telah menghabiskan lebih banyak waktu di dalam aplikasi selama periode ini. Pengalaman mereka sekarang akan sangat membentuk pandangan mereka tentang brand, dan demikian juga hubungan jangka panjang mereka dengan brand tersebut,” kata Pauline Lemaire, Direktur Komersial untuk Konsumen Skala Besar, Asia Tenggara, Criteo, dalam siaran pers, 1/10.
Karena itu, brand harus meningkatkan upaya retensi dan penggunaan aplikasi. Brand perlu membangun kepercayaan dengan membuktikan bahwa mereka mampu mengelola data pribadi dengan aman dan menawarkan pengalaman pengguna yang menyenangkan di platform mereka. Brand yang dapat mencapai semua ini akan memiliki dasar yang kuat dalam mempertahankan eksistensi aplikasinya,” tambahnya.
Tantangan utama bagi brand pasca-COVID adalah menjaga engagement dengan pengguna secara konsisten di aplikasi mereka. Khususnya untuk Generasi Z dan Milenial dimana 27% diantaranya menyatakan bahwa mereka sangat mungkin menghapus aplikasi yang diunduh setelah pandemi selesai. Selain itu, mayoritas pengguna aplikasi di Indonesia memiliki lebih dari 10 aplikasi di perangkat selulernya, 41% pengguna mengatakan mereka hanya menggunakan 6-10 aplikasi setiap hari, dan 37% menggunakan 1-5 aplikasi.
Selain itu, brand harus berhati-hati saat menangani segala bentuk informasi pribadi. Pengguna aplikasi seluler Indonesia tidak keberatan dengan iklan selama mendapatkan konten gratis sebagai gantinya, terutama generasi muda. Secara keseluruhan, 6 dari 10 pengguna aplikasi seluler Indonesia menerima menonton atau mendapatkan iklan di aplikasi yang menawarkan konten gratis.
Baca: Inilah Hasil Studi Dampak COVID-19 pada Pengunaan Aplikasi di Indonesia
Poin Penting untuk brand
Prioritaskan pengalaman pelanggan: brand harus lebih fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan di aplikasi. Penargetan kembali pengguna aplikasi bisa menjadi strategi yang sangat efektif untuk retensi pengguna. Brand akan dapat memanfaatkan kumpulan data yang sangat besar untuk memberikan rekomendasi produk yang benar-benar dipersonalisasi untuk setiap pengguna, sehingga meningkatkan konversi.
Luncurkan program loyalitas dan insentif: brand dan pelaku ritel harus menerapkan program insentif untuk membuat pengguna aplikasi terbaik mereka terus terlibat dan mendapatkan penghargaan karena tetap setia pada platform brand. Program rujukan aplikasi bisa sangat efektif dalam mendorong pengguna setia untuk membantu mengembangkan basis pengguna aplikasi suatu brand.
Memanfaatkan notifikasi, email, dan iklan dalam aplikasi: Selain brand harus sadar untuk tidak melakukan komunikasi berlebihan atau mengirim spam kepada pengguna mereka, brand perlu mengambil pendekatan yang lebih aktif untuk melibatkan kembali pengguna yang tidak aktif dan pengguna baru platform mereka. Brand dapat meningkatkan penggunaan aplikasi dengan mendorong produk baru dan tren, atau melalui promosi seperti diskon dan pengiriman gratis.
Metodologi
Criteo dan vendor menyurvei lebih dari 18.113 responden anonim di 18 negara antara 3 April dan 29 Juni, mewakili populasi negara masing-masing menurut usia dan jenis kelamin. Di Indonesia, survei dilakukan pada 25-29 Juni dengan 1.026 responden. Semua tanggapan survei kemudian dikumpulkan untuk analisis umum di seluruh kategori demografis yang luas.














