Dianggap melanggar privasi pengguna, Facebook kembali digugat oleh sebuah lembaga pengawas privasi di Australia.
Mengutip informasi dari laman CNET, dikabarkan bahwa sebuah pengawas privasi Australia menuntut Facebook setelah raksasa jejaring sosial diduga memberikan data sekitar 311.074 penggunanya di negara tersebut ke pusat skandal Cambridge Analytica. Kasus yang diajukan ke pengadilan federal Australia ini menjadi bukti lain bahwa masalah privasi di Facebook masih jauh dari kata usai.
Komisioner Informasi Australia mengatakan Facebook melanggar undang-undang privasi Australia karena data pengguna dibagikan lewat aplikasi kuis bernama “This is Your Digital Life” dari Mei 2014 sampai Maret 2015 dan menggunakan cara yang tidak bisa diantisipasi pengguna. Informasi yang dikumpulkan oleh aplikasi itu kemudian dibagikan kepada Cambridge Analytica, sebuah perusahaan konsultan politik di Inggris.
“Kami menganggap desain platform Facebook ditujukan bahwa pengguna tidak dapat melakukan pilihan dan kontrol yang masuk akal tentang bagaimana informasi pribadi mereka diungkap,” kata Angelene Falk, seorang komisioner Informasi dan Privasi Australia seperti dilansir CNET.
Lebih jauh Angelene Falk mengatakan secara default pengaturan di Facebook memfasilitasi diungkapnya informasi pribadi, termasuk informasi sensitif, dengan mengorbankan privasi.
Informasi pribadi dimaksud mencakup data profil publik orang, tanggal lahir, kota saat ini, email, daftar teman, dan halaman yang disukai. Beberapa pengguna bahkan memberikan akses aplikasi ke pesan Facebook mereka. Demikian seperti tertuang di dokumen pengadilan.
Sejak skandal Cambridge Analytica mencuat, Facebook telah membuat perubahaan untuk membatasi akses pengembang ke data pengguna, termasuk memutus akses jika aplikasi belum digunakan dalam tiga bulan. Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Facebook mengatakan bahw perusahaan telah terlibat dengan pengawas privasi Australia selama dua tahun terakhir sebagai bagian dari penyelidikan lembaga tersebut.
“Kami telah melakukan perubahaan besar pada platform kami, dengan berkonsultasi dengan regulator internasional, untuk membatasi informasi yang tersedia badi pengembang aplikasi, merapkan protocol tata kelola baru dan membangun control terdepan di industri untuk membantu orang melindungi dan mengelola data mereka. Kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena (masalah ini) sekarang sudah di hadapan pengadilan federal,” kata juru bicara Facebook.
Skandal Cambridge Analytic disebut telah berdampak hingga 87 juta pengguna Facebook. Di seluruh dunia, ada sekitar 305.000 pengguna Facebook telah menginstal aplikasi “This is Your Digital Life”. Sementara itu, sekitar 53 warga Australia telah mendownload aplikasi tersebut, tetapi data juga dikumpulkan dari teman-teman Facebook penggunanya. Diperkirakan sekitar 311.074 pengguna Australia mendapati datanya dibagikan dengan aplikasi meskipun sebagian besar dari mereka tidak pernah mengunduh aplikasi tersebut.
Dengan adanya tuntutan ini, hukuman denda sepertinya tengah berada di hadapan Facebook. Pasalnya, setiap tindakan yang melanggar hukum privasi Australia bisa diancam dengan denda hingga 1,7 juta dollar. (Fauzi)














