ItWorks- Sebanyak 600 personel yang terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali-Jawa Tengah, yakni Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, TNI, Palang Merah Indonesia (PMI), serta para sukarelawan melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak. Dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran, water cannon, serta mobil milik TNI dan BPBD Kabupaten Boyolali, para personel menyusuri beberapa ruas jalan untuk mencegah perkembangan Covid-19.
Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan apel gabungan yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat. Sebagaimana dilansir web resmi Pemkab Boyolali, apel digelar sebagai persiapan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Susu yang dilakukan di area Monumen Susu Murni Boyolali, pada Selasa (31/3/2020). Para petugas gabungan terlihat berbaris dengan jarak 1,5 meter saat apel.
Penyemprotan disinfektan dilakukan serentak di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali. Di Kecamatan Boyolali sendiri, penyemprotan dilakukan di sepanjang jalan Pandanaran yang disemprot dengan menggunakan mobil water cannon “Gatotkaca” milik Polres Boyolali dengan kapasitas 6000 liter. Selanjutnya, petugas menyisir jalan Merapi dan Merbabu.
Dalam kesempatan itu, Wabup Said menungkapkan, bahwa dengan kebersamaan seluruh elemen ini, diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Melalui kegiatan ini diharapkan aktivitas masyarakat Kabupaten Boyolali dapat berjalan dengan normal kembali.
“Kita bersama tetap dalam satu semangat yang sama, untuk kita lawan corona. Sehingga virus ini segera berakhir, kehidupan kembali normal, masyarakat kembali tenang. Kita semua sejukkan masyarakat, sejukkan suasana,” ujar Wabup Said.
Hal senada disampaikan Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi smua elemen untuk mencegah dan mengendalian penyebaran Covid-19. “Jadi dengan kegiatan ini juga kita menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk aktif berperan serta, memahami betul apa itu bahaya Covid-19 dan aktif untuk melakukan pencegahan dan pengendalian Covid-19,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri Survivalina menerangkan, dari data yang dihimpun hingga Senin (30/3/2020) pukul 15.43 WIB, di Kabupaten Boyolali memiliki pelaku perjalanan (PP) sebanyak 2.840 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 165 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada dua orang, seorang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) dan seorang lagi dirawat di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. “Positif belum ada (di Kabupaten Boyolali). Kemarin hasil swab sudah keluar, di Boyolali belum ada yang positif (Covid-19),” kata Lina.
Pihaknya juga selalu mengimbau masyarakat agar menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), memprioritaskan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir termasuk penyediaan sarananya. Kemudian juga melaksanakan disinfeksi secara berkala di tempat yang berpotensi muncul virus. (AC)














