Jakarta – Rumah Sakit (RS) Pelni Jakarta memperketat akses masuk para pasien dan pengunjung yang masuk ke intansi itu untuk mencegah dan mewaspadai penyebaran virus corona.
“Kami saat ini memang lebih melakukan pembatasan pintu masuk agar bisa melakukan skrining lebih baik,” kata Direktur Rumah Sakit Pelni Jakarta, dr Dewi Fankhuningdyah di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.
Sebagai langkah deteksi dini, pihak rumah sakit juga menyiagakan petugas khusus untuk men-skrining setiap pasien maupun pengunjung yang masuk menggunakan alat pengukur suhu tubuh.
Apabila ada ditemukan pengunjung atau pasien dengan suhu tubuh di atas normal atau 38 derajat celsius ke atas, maka langsung dibawa ke posko khusus untuk diperiksa lebih lanjut.
“Kami lanjutkan lagi dengan mendalami apakah memang ada kemungkinan Orang Dalam Pemantauan atau Pasien Dalam Pengawasan,” kata dia.
Sejak pertama kali tahapan pemeriksaan suhu tubuh dilakukan, RS Pelni menyatakan belum ada satu pun pengunjung maupun pasien yang dicurigai terjangkit COVID-19. Dengan kata lain suhu tubuh mereka masih dalam ambang batas kewajaran atau di bawah 38 derajat celsius.
Rumah Sakit Pelni Jakarta merupakan salah satu rumah sakit BUMN yang menyatakan kesiapan untuk membantu menangani pasien apabila terjangkit wabah virus corona yang sudah merebak di Tanah Air sebagai salah satu bentuk kepedulian BUMN bagi negeri.
Kesiapan tersebut termasuk dalam hal prosedur apa saja yang mesti dijalankan dalam menskrining serta perawatan pasien tersangka maupun diduga terinfeksi virus corona.
Meskipun demikian, dari sisi kesiapan
teknologi, RS Pelni akan tetap berkoordinasi terkait prosedur apa yang harus
dimiliki dan dilakukan.














