Pembesut drone asal Cina, DJI, telah memperkenalkan Mavic Air 2, sebuah drone dengan bodi kompak dan bisa dilipat dari jajaran produknya yang terus berkembang. Sebagai perangkat baru, DJI Mavic Air 2 dijejali dengan hardware terbaru, baik di dalam maupun di luar, selain itu drone ini juga dilengkapi dengan mode terbaru untuk menyederhanakan proses penerbangan.
Salah satu yang menarik ditawarkan dari DJI Mavic Air 2 tentu datang dari sektor fotografi. Perangkat ini dibekali dengan sensor 48 MP 1/2” Quad Bayer CMOS yang mampu merekam video 4K hingga 60 fps dan memiliki data rate 120Mbps. Ketika diturunkan ke 4K/30p, Mavic Air 2 mampu merekam video HDR, sementara mode slow-motion bisa mencapai 240 fps saat memotret pada 1080p. DJI juga membekali Mavic Air 2 dengan fitur Hyperlapse yang akan menghasilkan video 8K menggunakan salah satu dari empat mode flight: Free Movement, Circle, CourseLock, dan WayPoints.
Untuk foto still, Mavic Air 2 dapat meng-capture gambar 12 MP dengan opsi supersampling 48 MP khusus menggunakan gimbal tiga sumbu untuk membantu mengkompensasi pergerakan di antara frame. Mode ‘SmartPhoto’ terbaru juga berkemampuan mengambil foto still 12 MP menggunakan satu dari tiga opsi pengambilan gambar.
DJI Mavic Air 2 ditenagai oleh motor dan electronic speed controllers baru dikombinasikan dengan teknologi baterai yang telah ditingkatkan untuk menawarkan jam terbang maksimum 34 menit dengan sekali pengisian daya. Selain itu, desain drone ini juga sudah lebih aerodinamis dan memiliki bobot lebih ringan dengan berat hanya 570 gram.
Untuk mengirim video langsung dari drone ke perangkat mobile bisa dilakukan dengan protocol OcuSync 2.0 yang telah update untuk mendukung, baik frekuensi 2.4GHz maupun 5.8 GHz. Ada juga fitur auto-switching yang menawarkan jangkauan maksimal 10 km saat tidak ada penghalang.

Mavic Air 2 memiliki fitur Advanced Pilot Assistance System (APAS) 3.0, teknologi penghindar halangan terbaru yang akan mengenali sebuah objek yang berada di jalur penerbangan drone. DJI mengatakan versi terbaru ini menggunakan pemetaan 3D untuk [membantu] dalam transisi yang halus dan pergerakan yang lebih lancar di sekitar objek bahkan di lingkungan yang sangat kompleks.
Sementara untuk membantu pilot drone dari adanya pesawat terdekat, Mavic Air 2 dibekali teknologi AirSense yang akan menampilkan pesan di layar pilot, membuat suara dan getaran dengan perangkat mobile yang kompatibel.
Tidak ketinggalan DJI Mavic Air 2 juga dilengkapi dengan sejumlah fitur berbasis AI, antara lain ActiveTrack 3.0, Point of Interest 3.0, dan Spotlight 2.0.
Seperti dilansir laman DPreview, Mavic Air 2 sudah tersedia di Cina. Perangkat ini juga disebut akan mulai dipasarkan di daerah lain pada pertengahan Mei dengan harga $799. Pada opsi standar, paket penjualannya mencakup drone Mavic Air 2, satu beterai, remote kontrol, dan semua kabel yang diperlukan. Sementara untuk opsi Fly More terbaru, yang mencakup di dalamnya versi standar, tas, filter ND, charging hub dan tiga baterai tambahan harga retailnya mencapai $988. (Fauzi)














