Jakarta, ItWorks– Sejumlah hasil riset menunjukkan, semenjak virus corona menjadi pandemi global, kebiasaan belanja sebagian masyarakat mengalami pergeseran, dari konvensional ke sistem online.
Data Criteo, selaku perusahaan teknologi global yang mendukung marketers dunia dengan periklanan, melansir data yang menunjukkan, setengah dari seluruh negara di dunia mengalami peningkatan dalam angka penjualan online. Criteo mengidentifikasi tren ini melalui analisis lebih dari 449 juta transaksi belanja ritel, dan lebih dari 47,7 juta pemesanan perjalanan di desktop, smartphone, dan tablet dari 106 pengiklan utama di Malaysia dan Indonesia.
Sementara berdasarkan survei yang diadakan oleh YouGov dalam “COVID-19 Impact on Indonesian Consumer Behavior”, terjadi peningkatan belanja online sebesar 20% dan pemesanan makanan melalui delivery service sebesar 14%. Hal ini menunjukkan perilaku konsumen mulai mengarah kepada aktivitas online atau berbasis aplikasi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu disebabkan oleh pergeseran perilaku pembeli karena konsumen melakukan social distancing. Dengan bulan Ramadan, nantinya akan terjadi lonjakan pembelian e-commerce yang diperkirakan akan meningkat lebih tinggi. Apalagi berbagai kebutuhan sehari-hari, barang sekunder, hingga barang mewah dan perhiasan, juga banyak tersedia di aplikasi e-commerce.
Maklum, cukup men-download aplikasi belanja online di handphone, tab, atau laptop, bisa langsung leluasa memilih dan “jalan-jalan” di mall on line. Dengan menggunakan mobile banking, kartu kredit, atau e-pay, berbagai barang kebutuhan bisa didapat. Tak ayal jika tren belanja online di tengah pandemi virus Corona, kian bergairah. Apalagi disusul momen bulan Ramadan dan juga Lebaran Idul Fitri yang biasanya juga selalu diikuti meningkatnya berbagai kebutuhan. Beberapa platform belanja online (e-commerce) dan marketplace pun banyak memberikan tawaran promo menarik untuk memikat konsumen.
Bagi yang baru mencoba, atau belum terbiasa, mungkin masih ada rasa was-was atau khawatir. Maklum, belanja online memang beda dengan konvensional yang bisa langsung mencermati kualitas barang dengan cara pegang langusng, bahkan mencobanya. Seperti produk fashions, alat rumah tangga dan sejenisnya. Nah, supaya tidak kecewa, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum belanja online yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya.
- Tentukan kebutuhan atau barang yang akan dibeli.
Sama saat akan berbelanja di supermarket atau toko ritel konvensional, supaya efisien waktu, ada baiknya buat catatan atau membuat daftar belanjaan yang akan dibeli. Artinya tetap harus ada perencanaan yang baik, disesuaikan dengan budjet atau anggaran. Jangan sampai, karena terlalu asyik memasukkan barang-barang di keranjang online, tiba-tiba tagihan membengkak saat bayar dengan kartu kredit. Jangan sampai belanja online menjadi kebiasaan yang membuat lebih boros. Belanja online boleh, tetapi sebisa mungkin harus tetap ada perencanaan yang baik.
2. Pilih e-commerce atau tempat belanja online yang sudah terpercaya.
Supaya tidak kecewa, Anda juga harus memilih atau menentukan market place atau e-commerce di website atau online shop mana pun yang sudah terpercaya. Pilih toko online yang sudah ter-autorisasi. Karena itu, Anda harus lebih teliti memilih toko-toko yang ada di platfrom marketplace, seperti Tokopedia, Blibli, Lazada, Shopee ataupun lainnya. Biasanya platform marketplace memberikan tanda atau simbol bahwa tokonya sudah terautorisasi. Toko online yang telah mendapatkan tanda autorisasi, biasanya akan terjamin keaslian dan pelayanannya.
3. Cek reputasi toko saat belanja di marketplace
Saat ini cukup banyak marketplace yang menampung berbagai brand dan produk untuk menjual barang. Sekarang apapun bisa dijual secara online, termasuk produk dari para pelaku UMKM. Tak heran, seringkali banyak orang yang mencari kesempatan untuk menipu atau membuat hal-hal tidak baik dengan memanfaatkan platform marketplace. Makanya, biar tidak mudah tertipu dengan penjual-penjual di marketplace, Anda juga perlu membaca review dari merchant yang menjual produk yang Anda inginkan.
4. Teliti dengan membaca deskripsi produk secara seksama
Saat memulai belanja, wajib untuk membaca deksripsi produk yang akan Anda beli secara seksama. Perhatikan jug agambar atau foto barang yang akan dibeli, apakah memang sudah sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak mudah kecewa saat barang yang inginkan dikirim ke rumah. Jika Anda masih tetap ragu akan keaslian produk, Anda bisa melihat rating dan membaca setiap review atau ulasan produk dari pelanggan sebelumnya. Pastikan juga kamu memilih tempat belanja dengan metode terpercaya.Termasuk metode pengiriman sesuai keinginan untuk bisa mencapai ke tempat Anda berada.
5. Rencanakan waktu belanja online
Supaya, hemat waktu dan tidak ribet nunggu kiriman barang, Anda juga harus atur waktu belanja online. Dalam satu hari mungkin bisa membeli beberapa jumlah barang yang juga mungkin akan datang bersamaan. Berdasarkan studi Shopback, saat bulan Ramadan, masyarakat Indonesia lebih banyak mengunjungi platform e-commerce pada pukul 16.00 -17.00 WIB, jam-jam dimana masyarakat menunggu waktu berbuka puasa. Waktu ini juga banyak dimanfaatkan pelaku e-commerce untuk menggaet lebih banyak lagi konsumen dengan memberikan berbagai promo menarik atau kuis spesial Ramadan dengan yang memberikan voucher belanja hingga ratusan ribu.
Sementara, data Criteo menunjukkan belanja online Ramadan dari Malaysia dan Indonesia selama Ramadan 2019 melonjak pada jam 3 pagi setiap hari. Pada jam 4 pagi, penjualan ritel di bulan Ramadan lebih tinggi 3,5x lipat dibandingkan rata-rata harian. Ada penurunan penjualan yang signifikan pada jam 6 sore ketika pembeli Muslim menyiapkan buka puasa.
6. Tentukan metode pembayaran yang tepat
Saat ini platform e-commerce banyak memberikan pilihan metode pembayaran untuk mempermudah konsumen untuk melakukan transaksi. Platform e-commerce bahkan bekerja sama dengan berbagai bank besar di Indonesia juga memberikan potongan harga serta program cicilan dengan bunga rendah. Bahkan ada platform e-commerce yang menyediakan program e-pay tersendiri, tanpa harus memiliki kartu kredit dari bank rekanan. Jika masih ragu akan keamanan kartu bank, jika memungkinkan bisa memilih metode pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD).
7. Usahakan menerima paket tanpa kontak person.
Supaya aman, ketika barang belanjaan sampai atau dikirim ke rumah, usahakan untuk tidak melakukan kontak person dengan pengirim paket. Anda bisa meminta kurir atau petugas pengirim barang meletakkan di depan pintu atau pagar. Tentu saja Anda harus berkoordinasi dulu dengan petugas pengirim paket. Cara ini demi keamanan Anda dan juga petugas pengirim paket, supaya tidak ada kontak yang berisiko penularan virus. Apalagi petugas pengantar atau kurir paket, biasanya berinteraksi dengan banyak saat mengirim barang.
Setelah menerima paket sebaiknya langsung dibuka. Usahakan paket dibuka di luar rumah, supaya kondisi dalam rumah tetap terjaga dari risiko terpapar virus corona. Usahakan membuka paket dengan menggunakan pengaman seperti sarung tangan dan masker.
Setelah dibuka, bekas bungkus paket sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah. Usahakan tempat sampahnya diletakkan di luar rumah. Membuang bungkus paket di luar rumah, tentu lebih aman bagi Anda dan juga anggota keluarga lainnya. Bahkan untuk jenis barang tertentu, bukan makanan atau misal barang elektronik, tak ada salahnya disemprot dulu dengan cairan disinfektan yang aman. Langkah ini untuk meminimalisir kemungkinan masih ada virus yang tertinggal di permukaan benda yang Anda beli.
8. Segera Cuci Tangan
Setelah semua belanjaan beres diterima, segeralah mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalur. Cara mencuci tangannya sesuai anjuran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu selama 20 detik. Mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu langkah yang sangat direkomendasikan untuk pencegahan penyebaran Covid- 19. Untuk memastikan kebersihan dan keamanan, tak ada salahnya juga memakai hand sanitizer setelahnya.
9. Jangan langsung dipakai
Terhadap barang tertentu, seperti baju, kaos, celana dan sejenisnya, termasuk peralatan rumah tangga, sebaiknya jangan langsung dipakai. Hal ini penting di tengah pandemi virus Corona ini. Saat membeli pakaian secara online di saat seperti sekarang, lebih baik dicuci terlebih dahulu atau menyemprotkan disinfektan yang ramah untuk barang-barang lainnya, sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terpapar bakteri, kuman, atau paling menyeramkan virus Corona yang menempel pada barang belanjaan.
Sebagai catatan, berdasarkan data belanja Ramadan tahun sebelumnya menunjukkan mayoritas masyarakat membeli pakaian, kesehatan dan kecantikan, elektronik, games serta produk rumah tangga. Sehingga menyebabkan produk tersebut menempatkan kategori teratas. (AC)















Saya suka lupa tidak membersihkan paket, langsung buka-buka aja…
Padahal ngeri juga ya dampaknya
Thanks min sudah mengingatkan