Trend Micro terus menerus mendorong enterprise dan para profesional di bidang teknologi informasi untuk menghadapi tantangan-tantangan baru di bidang keamanan lewat teknologi dan solusi keamanan yang dimilikinya. Apalagi di era Internet of Things (iOT) saat ini, seiring tiap tahunnya jumlah pengguna Internet kian meningkat dan berarti juga kejahatan cyber meningkat.
Managing Director SEA & India, Trend Micro, Dhanya Takkar mengatakan seiring meningkatnya pengadopsian teknologi berbasis cloud memperlebar peluang bagi para penjahat cyber atau cybercriminal untuk beraksi akibat begitu dalamnya penetrasi teknologi di segala aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, perspektif pengguna dalam hal pertahanan keamanan terkait pemanfaatan teknologi perlu ditingkatkan.
Trend Micro memandang pentingnya edukasi bagi para profesional di bidang TI mengenai solusi keamanan yang relevan yang mampu membendung berbagai ancaman keamanan dan privasi informasi yang kini mulai mengemuka. Seperti yang disebutkan dalam laporan Trend Micro tentang ikhtisar keamanan di kuartal dua bertajuk “Turning the Tables on Cybercrime: Responding to Evolving Cybercrime Tactics,” bahwa ancaman cyber, kejadian pembobolan data, serta celah-celah kerentanan digital beresiko tinggi mendominasi temuan selama tengah tahun pertama 2014.
Kejadian-kejadian terkait keamanan di bidang finansial dan perbankan, serta di tingkat peritel juga meningkat. Tercatat hingga Juli 2014, sebanyak lebih dari 10 juta serangan telah dilancarkan dan menyasar ruang-ruang personal pengguna. Hal ini dapat menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk segera mengadopsi pendekatan-pendekatan keamanan yang lebih strategis dalam rangka melindungi informasi digital perusahaan dari beragam ancaman (red)













