BI Perpanjang Kebijakan Operasional dan Layanan Publik

Penulis Churry

Jakarta, ItWorks- Memperhatikan aspek kesehatan masyarakat dan memitigasi penyebaran COVID-19, Bank Indonesia memutuskan memperpanjang kebijakan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik dari sebelumnya yang berakhir pada 29 Mei 2020, diperpanjang menjadi 15 Juni 2020.

Dalam rangka mendukung upaya penanggulangan COVID-19 yang dilakukan oleh Pemerintah, Bank Indonesia (BI) bersama otoritas terkait dan industri, berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran layanan sistem pembayaran dan transaksi keuangan, di mana sejak 30 Maret lalu diterapkan sistem baru dengan pengurangan jam layanan.

“Mencermati perkembangan COVID-19 terkini, Bank Indonesia (BI) memperpanjang kebijakan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik, dari yang sebelumnya berakhir 29 Mei 2020 menjadi 15 Juni 2020. Dengan demikian jadwal kegiatan operasional dimaksud terhitung setelah tanggal 29 Mei hingga 15 Juni 2020 tetap mengacu kepada ketentuan yang kami rilis sebelumnya,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis kepada pers (27/05/2020), di Jakarta.

Dia mengungkapkan, secara berkala kebijakan ini akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan pandemi COVID-19 di tanah air. Sebelumnya BI menetapkan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik sesuai dengan masa status darurat yang ditetapkan pemerintah.

Misalnya Transaksi Operasi Pasar Terbuka (OPT) Rupiah dan Operasi Moneter Valas (OM Valas) yang semula dari pukul 08:00 s.d. 16:00 WIB disesuaikan menjadi pukul 09:00 s.d. 15:00 WIB. Sementara itu, transaksi Standing Facility (SF) yang semula dari pukul 16:00 s.d. 18:00 WIB disesuaikan menjadi pukul 15:00 s.d. 16:00 WIB.

Begitu juga untuk Kegiatan operasional Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) dikurangi 30 menit waktu operasionalnya. Kemudian kegiatan operasional sistem kliring nasional Bank Indonesia (BI) menjadi hanya 8 kali dalam sehari, sebelumnya 9 kali.(AC)

BACA JUGA

Leave a Comment