ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Nelayan dan Petani di Asia Jadi Digital Saat Pandemi Covid-19

Teguh Imam Suyudi
2 June 2020 | 08:00
rubrik: Business Solution, Digital
Nelayan dan Petani di Asia Menjadi Digital Saat Pandemi Covid-19

Nelayan dan Petani di Asia Menjadi Digital Saat Pandemi Covid-19

Share on FacebookShare on Twitter

Selama lockdown nasional, petani dari Dataran Tinggi Cameron Malaysia dihadapkan dengan kemungkinan untuk membuang berton-ton sayuran segar.

Pasar basah ditutup karena pembatasan sosial diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus.

E-commerce jadi penyelamat saat mereka online untuk pertama kalinya sehingga dapat terhubung dengan pelanggan.

Ini adalah kisah dari para petani dan nelayan di Asia ketika mereka menerapkan cara baru yaitu berjualan secara online

Malaysia

Lockdown nasional Malaysia, yang disebut sebagai Movement Control Order (MCO), telah berlaku sejak Maret dan baru-baru ini diperpanjang hingga 9 Juni.

Steve Teoh adalah pemilik Perkebunan Deoness di Cameron Highlands, 200 km utara ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, tempat ia menjual jagung dan bunga.

“Ketika Movement Control Order terjadi, saya melihat kemungkinan harus membuang bunga yang dipanen karena permintaan tiba-tiba berhenti dalam semalam karena toko-toko bunga harus tutup,” katanya.

Untungnya, platform e-commerce yang berbasis di Singapura, Lazada, hadir untuk membawa Teoh, dan menghubungkannya dengan para penjual bunga online. Sehingga ia dapat menjual bunga-bunganya ke basis pelanggan baru.

Lazada juga membantu petani lain yang menghadapi masalah yang sama di Malaysia, dengan tumpukan buah dan sayuran segar yang tidak bisa mereka jual dengan cara tradisional. Pada akhir pekan pertama penutupan, lebih dari 1,5 ton sayuran dijual, menurut Lazada.

“Tanpa saluran online, saya mungkin harus membuang bunga saya,” tambah Teoh.

Audrey Goo adalah pemilik MyFishman yang berbasis di Malaysia, layanan berlangganan dan pengiriman makanan laut segar di Malaysia. Dia juga menghadapi masalah tidak menjual di pasar basah atau mengirim ikan segar sebelum dia bergabung dengan platform e-commerce.

“Bisnis kami pasti terpengaruh oleh Covid-19, mengingat bahwa kami tidak dapat memasok ke restoran, pasar grosir ikan, warung kelontong atau kedai kopi, karena sebagian besar harus tutup, tapi mampu menjual secara online membuat kami masih dalam bisnis,” katanya.

BACA JUGA:  LIPI Kembangkan Alat Tes Corona Lebih Akurat dari Rapid Test

Selama MCO, MyFishman melihat peningkatan penjualan sekitar 150 persen selama dua minggu pertama ketika orang-orang membeli makanan di rumah.

Lazada mengatakan dari pertengahan Januari hingga pertengahan Mei, pesanan produk segar meningkat lebih dari dua kali lipat di wilayah Asia Tenggara.

“Bisnis di setiap industri dan sektor, termasuk pertanian, berputar secara online untuk menangkap peluang baru yang muncul dari perubahan preferensi konsumen,” kata Pierre Poignant, group chief executive di Lazada.

Indonesia

Di Indonesia, koperasi pertanian Rumah Sayur Group telah menggunakan saluran online untuk membantu 2.500 petani dari 89 desa menjual produk segar mereka. Grup ini sebelumnya menjual langsung ke supermarket, hotel, restoran, dan kafe di wilayah Jabodetabek.

Tetapi ketika pandemi melanda, penjualan turun lebih dari 60 persen. Saat itulah mereka beralih ke e-commerce.

Petani Indonesia Pak Opik kebanyakan menjual sayuran “eksotis” seperti kubis ungu dan mentimun Jepang di pasar basah tradisional di wilayah Jakarta dan kota Bandung di Jawa Barat. “Situasi pandemi saat ini sangat menantang bagi kami petani, karena kami terbiasa menjual produk kami melalui saluran tradisional,” katanya.

Tetapi melalui kemitraan e-commerce yang kelompok kami lakukan, panen kami masih dapat menjangkau konsumen secara nasional – terutama selama situasi saat ini di mana orang tidak dapat pergi ke pasar seperti dulu”.

Thailand

Di Thailand, Lazada bekerja dengan pemerintah untuk membantu petani lokal yang biasanya mengekspor buah mereka untuk menemukan pembeli baru secara lokal. Pemerintah Thailand dan Lazada ingin menambah 50 penjual buah selama kampanye Golden Fruit Month negara itu pada bulan Juni.

Cina

Raksasa e-commerce Cina, Alibaba, telah membuka platform Taobao Live untuk para petani secara gratis bersama dengan saluran Foodie Livestream untuk menghubungkan para petani di seluruh Cina dengan 41 juta pengikutnya. Perusahaan teknologi yang didirikan oleh Jack Ma ini mengatakan, 15 juta kilo produk terjual selama tiga hari pertama streaming langsung.

BACA JUGA:  Penelitian Criteo: eCommerce melihat adanya kenaikan signifikan di tengah pandemi COVID-19

Sumber: BBC.com

Tags: Covid-19e-commerceLazada
Previous Post

Pemerintah Siap Terapkan New Normal ASN

Next Post

Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A11 di Indonesia, Harganya?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Naik 30%, Baznas Terus Perkuat Strategi Digital untuk Tingkatkan Pengumpulan Zakat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2022: Kideco Dorong Digitalisasi Tambang untuk Wujudkan Sustainability Business

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Survei: Konsumen di Asia Pasifik Siap Berbelanja dengan Bantuan Agen AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
21 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

Ahmad Churi
17 July 2026 | 14:17

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi prioritas transformasi digital di berbagai organisasi. Namun, di tengah antusiasme tersebut, banyak perusahaan masih berfokus...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto