Hublot Big Bang e, Arloji Pintar Kelas Sultan Banderol Mulai Rp73 Jutaan

Penulis Fauzi

Pembesut jam tangan mewah asal Swiss, Hublot, baru-baru ini meluncurkan satu jam tangan anyar berjulukan ‘Big Bang e’.

Sejatinya Big Bang e adalah jam tangan terhubung atau ‘connected watch’ mewah yang memiliki tampilan terkini dari ‘Art of Fusion’, konsep yang menggabungkan pembuatan jam tangan tradisional dengan material mutakhir dan teknologi digital.

Hublot Big Bang e datang dengan case 42 mm, baik dari bahan black ceramic ataupun titanium yang dipoles dengan satin yang menjadi ‘rumah’ arloji yang terbuat dari 42 komponen. Sebanyak 27 komponen adalah untuk ‘K Module’ yang digambarkan sebagai ‘sangkar’ yang ‘menaungi jantung dari arloji digital’, yakni Qualcomm Snapdragon Wear 3100 yang menopang fungsi digital perangkat.

Selain itu, arloji Hublot Big Bang e juga sarat akan fitur tradisional, seperti mekanik jam Big Bang, juga Kristal safir antigores, tali karet khas yang diciptakan Hublot di 1980 untuk model klasik, dan sistem ‘sekali klik’ yang dipatenkan untuk memudahkan pertukaran tali karet Hublot dengan warna lain.

Penanda jam pada bezel dilapisi dengan bahan metal tipis. Sementara Kristal safir menutup layar sentuh AMOLED definisi tinggi. Tombol rotary yang terintegrasi dengan pendorong pada Hublot Big Bang e digunakan untuk mengaktifkan kontrol modul elektroniknya.

Meski dikembangkan dari hasil kolaborasi dengan brand lain dalam LVMH Group, arloji Big Bang e tetap disesuaikan untuk memenuhi spesifikasi Hublot.

Terlepas dari fungsi dasarnya ‘sebagai penunjuk waktu’, Big Bange memiliki interpretasi digital eksklusif yang ditingkatkan dari komplikasi arloji tradisional, seperti adanya Kalender Abadi dengan fase bulan dan zona waktu GMT. Kendati memiliki teknologi bawaan seperti itu, Hublot menjamin arloji ini tahan air hingga kedalaman 30 meter.

Bicara spesifikasi teknis lainnya, Hublot Big Bang e memiliki display berukuran 1.21 inci (390 x 390 piksel) berjenis AMOLED. Seperti telah disebut di atas, perangkat ini ditenagai oleh prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon Wear 3100 berkecepatan 1.1GHz ditandem dengan RAM 1GB dan memori internal 8GB. Dari sisi konektivitas Big Bang e dilengkapi dengan fitur Bluetooth 4.2 LE, 2.4GHz Wi-Fi 802.11n, dan NFC. Sementara baterai 300 mAh yang menopang energy perangkat, dikatakan bertahan untuk satu hari penggunaan.

Big Bang e didukung oleh sistem operasi Wear OS dari Google. Dengan sistem operasi yang dijalankan, arloji ini memungkinkan untuk menawarkan pengalaman ala smartwatch yang disesuaikan. Di antara aplikasi yang tertanam, seperti Google Play, Google Assistant dan Google Pay. Pengalaman yang diberikan juga bisa dipersonalisasi lebih lanjut dengan notifikasi dan pesan.

“Semakin setia pada moto kami ‘Art of Fusion’, kami ingin menyatukan material teknikal Hublot yang sangat maju dengan inovasi terbaru dari dunia digital saat ini,” kata Ricardo Guadalupe, CEO Hublot, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Forbes.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Hublot, arloji ini akan dijual perdana secara online di situs laman brand serta di jaringan WeChat di Cina. Kemudian setelahnya, arloji ini baru akan tersedia di jaringan tradisional.

Untuk harganya, Hublot mematok Big Bang e dengan banderol $ 5200 (Rp73 jutaan) untuk versi titanium dan $ 5800 (Rp81 jutaan) untuk versi black ceramic.

Big Bang e merupakan connected watch kedua Hublot. Pembesut arloji ini pernah merilis ‘Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Rusia’ edisi terbatas sebagai connected watch pertamanya. Sesuai namanya Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Rusia dirancang untuk digunakan, baik oleh wasit di lapangan maupun oleh penggemar sepak bola. (Fauzi)

BACA JUGA

Leave a Comment