JAKARTA, Itech – Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) yang disertai meningkatnya penggunaan TI —baik dari sisi perusahaan maupun perorangan, PT Metrodata Electronic Tbk mengambil langkah strategis dengan menghadirkan 5 pilar megatrends TI, yaitu Cloud, Mobility, Social Media (SocMed), Big Data dan Business Intelligence (BI), serta Security.
Kelima pilar yang saling terkait tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama principles, seperti Microsoft, IBM, Qlik, Remendy Force, Salesforce, Oracle HCM Cloud, dan SAP.
Untuk Cloud, Metrodata menggandeng Microsoft Azure dan IBM Softlayer sebagai Cloud Business Reseller Partner, yang menawarkan jasa-jasa infrastructure as a service. Sehingga pengguna tidak perlu memiliki sebuah data center, baik berfungsi sebagai Disaster Recovery, untuk application development hingga aplikasi online yang berbasis web.
Sementara untuk Cloud yang difokuskan pada solutions as a service, Metrodata bermitra dengan Microsoft (Office 365 Cloud, CRM Online, SharePoint Online), Remedy Force, Salesforce, Oracle HCM Cloud, SAP SuccessFactor, SAP Ariba dan IBM. Kolaborasi ini juga akan dilanjutkan untuk mengembangkan dan membangun aplikasi-aplikasi berbasis mobile.
Untuk aplikasi socmed, yang kini telah merambah ke korporasi –awalnya hanya digunakan bagi perorangan, Metrodata mengandeng Microsof. Dimana dengan tools yang dimilikinya, maka untuk membangun jejaring yang berhubungan dengan socmed di area korporasi atau private cloud pada sebuah perusahaan akan sangat mudah dilakukan.
Sedangkan untuk Big Data, walaupun implementasinya belum secepat cloud, mobility dan socmed, karena masih diperlukan adanya edukasi. Tapi dengan ada dan dikembangkannya tool yang lebih canggih, maka akan sangat membantu pelanggan untuk mengadopsi aplikasi tersebut.
Untuk Business Discovery atau Business Intelligence (BI), Metrodata bermitra dengan Qlik sebagai partnernya. Dengan kecanggihan tools yang dimiliki Qlik, akan makin memudahkan pemakaiannya. Baik untuk diaplikasikan dari bagian derpartemen tertentu dalam korporasi, maupun pada keseluruhan unit bisnis.
Dari sisi Security, meski saat ini tools-nya sudah memenuhi standar yang memadai, tapi tetap perlu dikembangkan. Ini untuk mengantisipasi temuan insiden-insiden baru. Karena perusahaan perlu melakukan pengamanan mulai dari akses, data maupun pengelolaannya.
“Dengan berfokus pada 5 pilar Megatrends TI tersebut, Metrodata akan mendorong dan menciptakan kembali produktivitas guna memberdayakan perusahaan maupun setiap orang melalui kemitraan dengan principles yang kompeten dan ahli dibidangnya,” jelas Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata.
Menurut dia, Metrodata bersama principles akan fokus melakukan edukasi pasar TI Indonesia, POC (Proof of Concept) disertai demo produk. “Dengan demikian pelanggan akan yakin setelah mencoba dan melihat. Disamping itu, kami juga telah menyiapkan SDM yang terlatih dan bersertifikasi, ” tambahnya.
Selain menawarkan berbagai solusi serta jasa-jasa application as a service atau software as a service, Metrodata juga telah mengimplementasikan aplikasi-aplikasi yang berbasis cloud untuk digunakan sendiri, seperti Office 365, Salesforce, Remedy Force, Oracle Human Capital Management. Dan kedepan juga akan dikembangkan aplikasi yang berbasis cloud di seluruh Metrodata Group.
“Melalui pengalaman tersebut, kami berani meyakinkan pemegang saham dan pelanggan dengan kemampuan yang kami miliki. Dan secara bertahap pasar di Indonesia sudah dapat menerima dan punya keberanian untuk melangkah dan pindah ke cloud”, kata salah satu Direktur Metrodata, Sjafril Effendi.
Kelima pilar Megatrend TI Metrodata tersebut dipastikan bakal ditampilkan pada pagelaran “Metrodata Solution Day 2014″, yang diadakan pada pertengahan bulan ini. (eza)














