Startup Hong Kong, EventXtra mengambil peluang di saat event offline berskala besar terpaksa batal karena pandemi COVID-19 melalui solusi “Virtual Exhibition” yang mengalihkan gelaran offline menjadi acara online.
EventXtra mewadahi penyelenggara acara dengan mengintegrasikan pekerjaan sebelumnya, memberikan pengalaman interaktif selama acara, serta menyediakan laporan data analisis. Serta menyediakan dukungan digital dalam proses pameran visual
EventXtra menyatakan telah membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 300 persen hanya dalam waktu setengah tahun setelah solusi itu diluncurkan.
“Berdasarkan penelitian, piranti lunak pembuat acara di Asia telah membukukan pengeluaran tahunan lebih dari 1 milyar dolar AS, dan merupakan wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” kata Sum Wong, Co-Founder EventXtra dalam siaran pers, 19/6.
Di masa depan, pameran virtual akan menjadi menjadi tren besar. “Tujuan kami adalah mengendalikan kondisi tersebut dan menjadi pemain papan atas di kawasan Asia dengan melayani para penyelenggara acara sebanyak mungkin,” ujar Sum Wong.
Fitur–fitur yang terdapat dalam “Virtual Exhibition” antara lain proses operasional efisien, menciptakan lingkungan virtual, memaksimalkan pengalaman berjejaring, hingga statistik keterlibatan dalam pameran virtual.
Statistik itu berupa data analisis menyeluruh bagi penyelenggara acara maupun pihak yang terlibat dalam pameran, seperti traffic, jumlah rata-rata yang telah menyaksikan video, brosur yang diunduh, serta jumlah pertanyaan.
EventXtra didukung UB Ventures Inc (UB Ventures), perusahaan permodalan usaha yang fokus kepada bisnis berlangganan. UB Ventures merupakan grup perusahaan startup Jepang Uzabase Inc (Uzabase).














