Jakarta, Itech-Micronics Internusa, Dell Premier partner yang mendistribusikan Enterprise End to End Solution mengemukakan bahwa Indonesia harus siap dengan perkembangan ledakan bertubi-tubi berjumlah besar (Big Data) ini dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkann competitiveness.
“Pada era Big Data ini para industry analyst, business intelijen hingga intelijen militer memanfaatkan Big Data, yang majoritas data Unstructured dan Qualitatif untuk profiling atau membuat pattern mengenai tingkah laku/life style seseorang,” kata Rudi Rusdiah, CEO Micronics Internusa di sela-sela seminar Big Data Micronics Dell Mastel bertopik The Next Big Things di Jakarta, Rabu (8/10).
Menurut dia, business analyst dan banyak Perusahaan mulai memanfaatkan BIG DATA ini untuk keperluan Marketing dan memenangkan persaingan, karena Information is Power, ketika dengan program Data analytics memproses Data menjadi Informasi dan Knowledge. Selanjutnya, ia mengemukakan, secara nasional Mastel dapat mempersiapkan masyarakat Telematika memasuki era Teknologi Informasi dan Knowledge ekonomi ini memanfaatkan teknologi Big Data, Cloud Computing, OTT Mobile Networking.
Selanjutnya, ia mengemukakan, seminar ini terkait dengan revolusi besar yang sedang dan akan melanda dunia Industri dan Masyarakat Telematika di dunia juga di Tanah Air. “Agar kita siap
menghadapi dan memanfaatkan ledakan data yang akan terjadi memasuki era Teknologi Informasi (TI) ,” ujar Rusdiah.
Rusdiah yang juga VP Mastel untuk bidang Industri bersama Chairman Mastel Setyanto P Santosa berkepentingan untuk mempersiapkan industry dan masyarakat Telematika dengan menyelenggarakan Teknologi Update dan Seminar Teknologi dalam hal ini terkait dengan Mega Trend Big Data serta hubungannya dengan Mega trend Cloud Computing, Convergency, Mobility dan OTT.
Media jejaring sosial
Berdasarkan pengamatan, pertumbuhan Big Data dipicu dari data yang tidak terstruktur pada jenis komunikasi media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram. Dengan adanya era OTT (Over the Top) menyebabkan Konvergensi media dan meledaknya data unstruktur dan sifatnya kualitatif seperti suara, foto, film dan multi media lainnya di Internet bersama struktur data seperti text dan numerik yang ada di File Server
Untuk itu, ia menambahkan, untuk mengambil peluang dari Big Data tersebut, harus diantisipasi dengan terus membangun storage yang merupakan faktor intelligence dan pergerakan ke penyimpanan terdistribusi. Pemanfaatan TI pada era Big Data ini bersama Dell Indonesia dan Dell Asia Pacific. Portfolio Enterprise Solutions ini sangat lengkap dari Data Server (PowerEdge untuk processing DataBase), Data Storage (Equallogic dan Compellent Penyimpanan Data hingga puluhan Tera), Data Protections ( PowerFault teknologi DataBackup), Data Security ( Sonic Wall NG-Firewall) dan Mobile Computing/Workstations (Data Access dan Data Entry) untuk kebutuhan customer Micronics di tanah air.
Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika (Mastel) Setyanto P Santosa mengatakan, lambatnya adopsi Big Data di Indonesia karena masih rendahnya penetrasi pengguna internet di Indonesia. Apalagi, kebutuhan trafik data di Indonesia begitu tinggi bahkan pertumbuhannya mencapai 20%. (red/ju)














