Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Asosiasi Global System for Mobile Communications (GSMA), Proyek Telekomunikasi Infra (Telecom Infra Project/TIP), Universitas Telkom dan operator jaringan seluler berkolaborasi meluncurkan Lab Komunitas TIP untuk mendukung program “Making Indonesia 4.0.”
Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo, Ismail, dalam konferensi virtual, 22/7 mengatakan Lab Komunitas TIP juga bertujuan mempercepat transisi dari laboratorium ke lapangan, dan dengan demikian dapat memungkinkan MNO dan ekosistem yang lebih luas dalam mewujudkan manfaat sosial dan komersial dari penerapan solusi end to end yang dipimpin oleh TIP di lokasi yang ditargetkan, baik di pedesaan, pinggiran kota atau perkotaan yang padat.
Hasil dari uji coba laboratorium dan peluncuran di lapangan akan dikembalikan kembali oleh komunitas TIP untuk memajukan pengembangan solusi baru bagi Indonesia.
Lab Komunitas TIP tersebut juga akan menggelar pelatihan untuk mendukung Integrator Sistem (Systems Integrator) lokal dan tenaga kerja MNO guna melayani ekosistem dengan lebih baik. Pelatihan ini akan memungkinkan MNO mengakses beragam solusi dan penyedia teknologi.
Selain itu, Komunitas Lab akan melatih mahasiswa guna menciptakan tenaga kerja yang berbakat untuk Indonesia di masa depan.
Lab Komunitas TIP juga akan mengadakan lokakarya, hackathon dan bootcamp untuk memperkenalkan teknologi dan metodologi baru, dalam rangka memberi informasi kepada anggota ekosistem tentang perkembangan dan gagasan terkini, serta pelajaran yang didapat dari ekosistem lainnya.
Pembukaan Lab Komunitas TIP Universitas Telkom pada kuartal tiga tahun 2020 ini akan membawa para operator jaringan seluler (MNO) di Indonesia untuk bahu membahu bersama dengan anggota TIP lainnya.
Lima operator jaringan seluler yang sedang bersiap-siap untuk berpartisipasi dalam Komunitas Lab ini yaitu Hutchison 3 Indonesia, Indosat, Smartfren, Telkomsel dan XL Axiata.
Sementara itu, Indonesia adalah salah satu negara anggota asosiasi operator jaringan seluler (GSMA) yang terdepan di Asia Pasifik dan memiliki posisi yang kuat untuk menjadi lokomotif ekonomi digital di Asia Tenggara.
“GSMA sendiri berharap ini suatu kesempatan atau peluang yang sangat besar di mana diharapkan dari langkah awal ini kita bisa melangkah ke arah advanced digital market, dan dibangun dari ekosistem yang mulai terbentuk sekarang ini mulai dari tim, Telkom University, termasuk dukungan Kominfo sendiri, sehingga nanti juga akan berdampak bagi bisnis-bisnis yang lain,” ujar Kepala APAC GSMA, Julian Gorman.














