Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Asosiasi Global System for Mobile Communications (GSMA), Proyek Telekomunikasi Infra (Telecom Infra Project/TIP), Universitas Telkom dan operator jaringan seluler berkolaborasi meluncurkan Lab Komunitas TIP untuk mendukung program “Making Indonesia 4.0.”
Kolaborasi ini akan berupaya untuk memajukan pertumbuhan digital dan ekonomi di Indonesia melalui pengujian teknologi jaringan yang terbuka dan terpilah (disaggregated).
Selain itu, kolaborasi ini memberikan validasi berdasarkan standar TIP, memajukan penyebaran ketersediaan solusi yang layak secara komersial, membangun talenta lokal, serta membina ekosistem telekomunikasi yang kuat dan beragam, termasuk untuk ekonomi startup.
Rektor Universitas Telkom, Adiwijaya berharap kerjasama tersebut dapat mendukung terciptanya Indonesia yang lebih kuat dan lebih terhubung dalam waktu dekat melalui perluasan konektivitas digital, platform digital baru dan layanan digital.
“Bagaimana membangun digital connectivity, termasuk bagaimana mengembangkan digital talent yang ada di dalamnya. Ini adalah opportunity yang bisa dimanfaatkan,” ujar Adiwijaya.
Lab Komunitas ini memungkinkan para peserta untuk mengevaluasi dan mengadopsi solusi yang telah dikembangkan oleh Grup Proyek TIP terlebih dahulu, lalu memberikan hasilnya beserta hal-hal yang dibutuhkan kepada komunitas TIP untuk pengembangan lebih lanjut.
Lab Komunitas TIP Universitas Telkom dan program yang menyertainya bertujuan mengevaluasi dan memberikan validasi terhadap solusi yang dikembangkan oleh komunitas TIP untuk diadopsi peluncurannya oleh MNO.
Bidang pertama yang sedang dikerjakan adalah Radio Access Network, dimana MNO akan mulai menguji dan memberikan validasi terhadap solusi OpenRAN yang dikembangkan oleh komunitas TIP. Di masa mendatang, pengujian juga akan berlanjut ke evaluasi disagregasi dan virtualisasi ke dalam domain Jaringan Transport dan Inti (Core).
“Kami tentu menyambut baik program ini, bagaimana agar program ini bisa menjadi salah satu langkah agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sehingga dapat mengambil porsi yang besar dalam rangka transformasi digital ini,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo, Ismail, dalam konferensi virtual, 22/7.
Sehingga dengan kolaborasi tersebut Indonesia diharapkan tidak hanya dianggap semata-mata hanya pasar saja, namun Indonesia ikut berinisiatif, baik dari segi konektivitas, ekosistem dan infrastruktur yang telah dibangun.














