Kerangka open banking diyakini dapat mempercepat transformasi digital perbankan. Terlebih lagi, kala dampak pandemi Covid-19 mendera banyak bidang dalam perekonomian nasional, perilaku masyarakat turut berubah. Banyak nasabah perbankan konvensional yang beralih ke layanan digital sebagai respons atas pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Sebagai bagian dari visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, Bank Indonesia mendorong peran industri perbankan dalam mengembangkan open banking di sistem pembayaran melalui perumusan Standar Open API (Application Programming Interface) dengan keterkaitan antara industri perbankan dan teknologi keuangan (FinTech),” kata Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, dalam presentasinya di webinar “Open Banking in Indonesia and Singapore: Collaboration for Innovation and Collaboration” di Jakarta, 22/7.
Budi Gandasoebrata, Wakil Ketua Umum AFTECH dan Managing Director GoPay, menjelaskan bahwa open banking dapat mendorong kompetisi dan inovasi dalam sektor jasa keuangan Indonesia.
“AFTECH, atas nama industri FinTech, akan terus mendukung Bank Indonesia dalam mewujudkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Kami berharap Open API menjadi jembatan yang selanjutnya menghubungkan industri perbankan dan FinTech untuk meningkatkan kecepatan inovasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” terang Budi.
Standar Open API adalah bagian dari Visi 2 dan Visi 3 Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, yang bertujuan untuk mendukung open banking dalam transaksi pembayaran untuk mendorong transformasi digital di industri perbankan serta interlink antara bank dan FinTech.
Webinar yang diadakan oleh Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) bersama dengan ASEAN Financial Institution Network (AFIN), International Finance Corporation, Brankas, dan Beenext, menjadi platform untuk para pembicara dan peserta dalam berbagi pengetahuan tentang pengembangan kerangka open banking dalam sistem pembayaran, khususnya di negara Indonesia dan Singapura.
Masalah-masalah yang mengemuka antara lain standar data, teknis, keamanan, dan tata kelola yang termasuk dalam Open Application Programming Interface (API). Standar ini akan diterapkan secara bertahap untuk semua penyedia layanan sistem pembayaran.














