Sebelum krisis Covid-19, faktor pendorong implementasi teknologi adalah pengurangan biaya dan produktivitas. Tujuannya agar bisnis berjalan dapat berjalan lebih baik. Saat SAP beradaptasi dengan realitas baru yang disebabkan oleh Covid-19, peran teknologi harus berkembang menjadi:
- Mencapai ketahanan – untuk mengarahkan perusahaan Anda melewati masa-masa sulit secara fleksibel
- Memberikan keuntungan – dengan transparansi top and bottom line, mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan produktivitas dan,
- Bertindak secara berkelanjutan – dengan mengurangi jejak karbon, mengurangi limbah, dan beralih ke ekonomi sirkuler.
Sekarang, semua pelaku bisnis dapat memulai untuk membangun perjalanan mereka menuju Intelligent Enterprise untuk mengurangi dampak krisis ini, sambil membantu pelaku bisnis di kawasan Asia Tenggara berinovasi dan bertransformasi menjadi perusahaan pemenang. Sebagai contoh:
- Intelligent Technologies dapat digunakan untuk memberikan visibilitas real-time ke ketersediaan bahan baku, orang dan aset.
- Artificial Intelligence dan Machine Learningdapat digunakan untuk menilai dan merencanakan kembali kegiatan secara konstan.
- Robotic Process Automationdapat digunakan untuk mengotomasi kegiatan padat karya, dan memfokuskan pekerja kami pada kegiatan yang lebih bernilai tambah dan mendorong kemanjuran.
Untuk mendukung keberlanjutan bisnis pada masa sulit ini, SAP telah membuka akses ke solusi teknologi yang terpilih.
Maka dari itu, SAP memberikan akses gratis ke SAP Ariba Discovery, jaringan bisnis terbesar di dunia hingga 31 Desember 2020, sehingga setiap pembeli dimanapun kini dapat mengirim daftar kebutuhannya dan pemasok bisa langsung merespon. Akses gratis ke Qualtrics Remote Work Pulse juga membantu organisasi memahami bagaimana kinerja karyawan dan dukungan apa yang mereka butuhkan saat beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.
Selain itu, bisnis juga dapat mengakses SAP Value Lifecycle Manager, tolak ukur yang mendukung bisnis untuk mengukur, memantau, dan mengoptimalkan nilai di perusahaan mereka. Untuk membantu bisnis menjadi digital dan mentransformasikannya menjadi intelligent enterprise, SAP Experience Center Singapore menyediakan ruang inovatif bagi bisnis untuk terjun lebih dalam ke teknologi terbaru seperti AI, Big Data dan data intelligence di cloud untuk mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi organisasi.
Salah satu Intelligent enterprise di Kawasan Asia Tenggara adalah Chandra Asri Petrochemical. Sebagai salah satu key industry player di industri manufacturing, ia sudah berdiri sejak 28 tahun lalu. Walau telah didukung fasilitas produksi serta teknologi kelas dunia, bisnis Chandra Asri tidak luput dari dampak Covid-19. Lenny Woen, General Manager HR Strategy & Management Chandra Asri Petrochemical, mengatakan bahwa dengan situasi dan kondisi sekarang ini, prioritas mereka adalah untuk terus mengembangkan kinerja karyawan.
“Hal ini juga sejalan dengan misi dari perusahaan untuk nurture dan develop human capital. Tim bekerja keras untuk memperbarui sistem pembelajaran kami yang ada di platform SAP Success Factors. Kami telah mengunduh ratusan training materials, banyak yang kami telah diberikan kepada karyawan dan kami melakukan campaign tentang e-learning kami ini. Walaupun tidak mudah khususnya bagi karyawan yang tidak terbiasa dengan teknologi, semua karyawan dituntut untuk dapat beradaptasi demi pembelajaran mereka untuk terus mengembangkan soft skill dan technical skill,” tambahnya.
Peran teknologi juga sangat dirasakan oleh Kawan Lama Sejahtera, perusahaan distribusi terkemuka di Indonesia dengan mesin dan peralatan industri terlengkap yang beroperasi di lebih dari 19 kantor cabang, 27 service centre dan 3 lokasi distribution centre di seluruh Indonesia. Dengan bantuan SAP, Kawan Lama bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang tiba-tiba ini sehingga bisa siap menghadapi normal yang baru. Agustina Iftariani, CEO Kawan Lama Sejahtera mengatakan bahwa mereka sangat beruntung sudah go live dengan C/4 Sales, C/4 Services CPQ dan ICM sejak Desember tahun 2019.
“Kami bisa sangat cepat melakukan perubahan strategi. Kami melakukan perubahan dan sosialisasi dengan seketika. Sosialisasi kami lakukan di dalam C/4 Sales dan C/4 Services. Seluruh aktivitas mengalami perubahan, seperti kunjungan yang berubah menjadi calls dan emails, namun semua terhitung didalam sistem. Kita tidak lagi melakukan manual checking karena semuanya tersedia di sistem. Dan kita mengukur proses tidak lagi hanya mengukur result, dari dalam proses dan result semuanya tertuang di dalam ICM,” katanya.
Baca: Survey SAP tentang Dampak Covid-19: 40 Bisnis di Asia Tenggara Mengadopsi Pendekatan Wait and See














