Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Seluruh Dunia (PPI) dalam Program Merajut Nusantara untuk mendigitalisasikan aksara-aksara daerah yang ada di Indonesia.
Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo menjelaskan dalam digitalisasi aksara-aksara daerah di Indonesia ini, PANDI mendaftarkan aksara-aksara tersebut ke dalam Unicode. Setelah itu aksara-aksara tersebut kemudian didaftarkan untuk menjadi nama domain (Internationalize Domain Name/IDN) ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
“PANDI ingin memberikan kontribusi bagi bangsa sebagai wujud nasionalisme kami yang dituangkan dalam bentuk upaya digitalisasi aksara-aksara Nusantara warisan leluhur, agar generasi muda Indonesia bisa mengenal dan memahami aksara-aksara asli daerah terdahulu yang kini kian terkikis jaman,” kata Yudho Giri Sucahyo, Selasa, 2/9.
Dalam simposium PPI yang digelar Minggu lalu (30/8), Yudho juga berpesan agar semua anggota PPI ikut menyukseskan kegiatan digitalisasi aksara-aksara asli warisan leluhur bangsa Indonesia sehingga gaungnya bisa terdengar seantero dunia.
Persatuan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) telah menggelar rangkaian Simposium Internasional 2020 yang terdiri dari webinar, talkshow dan puncaknya adalah pemilihan koordinator PPI Dunia. Hasilnya, Choirul Anam terpilih jadi koordinator baru periode 2020-2021 menggantikan Fadlan Muzakki yang menjabat di era sebelumnya.
“Terima kasih banyak kepada PANDI dengan berbagai kerja sama yang telah dilakukan dalam setahun terakhir dengan pengurus sebelumnya. Saya sebagai koordinator PPI Dunia 2020/2021 menyambut niat baik PANDI terutama dalam Merajut Nusantara,” kata Choirul Anam, koordinator baru PPI yang menggantikan Fadlan Muzakki.
Menurut Anam, Program Merajut Nusantara sejalan dengan program yang diproyeksikan olehnya pada kepengurusan PPI Sedunia kali ini yaitu ‘diplomasi budaya’.
Melalui program bersama itu, PANDI dan PPI ingin memperkenalkan bahwa tidak hanya bahasa, budaya, dan keindahan, tapi juga hal-hal lain yang bisa mendorong masyarakat dunia lebih mengenal Indonesia.
Baca: PANDI Daftarkan Enam Aksara Daerah Indonesia untuk Jadi Nama Domain














