Apakah anda tahu tentang “s.id”? Pernah tapi sudah lupa atau bahkan belum pernah sama sekali?
Jangan kuatir karena Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) kembali mengenalkan “s.id” sebuah solusi pemasaran digital untuk memasarkan produk atau kegiatannya dengan cara yang kekinian.
“Kami relaunch kembali “s.id” sebagai penyingkat link atau shortener link dan bisa juga dibuat untuk microsite. Saat ini, penggunanya sudah mencapai 800 ribu,” kata Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak saat mengenalkan kembali “s.id” dalam konferensi pers DomainFest.id di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 01/08/2023.
Tujuan PANDI memperkenalkan ulang “s.id” ke publik untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa inovasi buatan anak bangsa dapat bersaing dengan produk serupa dari luar negeri dan menjadi solusi efisien di era digital.
Baca juga: Identifikasi Domain .id yang Disusupi Judi Online, PANDI Kembangkan Aplikasi
Bersamaan dengan pengenalan ulang “s.id”, PANDI juga mengenalkan bentuk fisik berupa kartu “s.id” yang mengintegrasikan antara kebutuhan bisnis di dunia nyata dan ruang digital.
Kartu tersebut mengadopsi teknologi NFC (Near Field Communication). Sehingga dengan satu sentuhan antara kartu dengan ponsel pintar yang mendukung NFC, seluruh informasi yang disisipkan pengguna s.id bisa sampai kepada rekan bisnisnya secara langsung.
Sebelumnya, solusi “s.id” dikenal untuk menyingkat alamat situs web yang terlihat sangat panjang menjadi alamat yang terlihat sederhana.
PANDI mencatat setiap bulannya ada sebanyak 100 juta klik dari situs yang disimplifikasi oleh “s.id”.
Baca juga: PANDI: “Pengguna Domain .id di Indonesia Ada 780.653”














