Layanan teknologi komputasi awan dari Amazon Web Service membantu bisnis untuk menghemat biaya TI dan memberikan elastisitas kapasitas server.
Country Leader Amazon Web Service (AWS) Gunawan Susanto mengatakan adanya kebiasaan baru dari masyarakat yaitu memanfaatkan layanan daring berdampak terhadap meningkatnya lalu lintas (traffic) dalam sebuah aplikasi berbasis teknologi yang juga berdampak pada kemampuan server.
Seiring makin diminatinya komputasi awan (cloud) oleh dunia usaha di Indonesia, sehubungan dengan meningkatnya aktivitas daring di tengah pandemi Covid-19, maka dibutuhkan server lebih baik. Sebagai layanan yang menawarkan on-demand cloud computing (komputasi awan) platform AWS aktif memaksimalkan potensi perusahaan yang menggunakan layanannya.
AWS akan membantu pengguna untuk mengoptimalkan biaya operasional yang meliputi penyesuaian cloud server, optimisasi penyimpanan, dan rangkaian lainnya yang akan ditinjau bersama tim.
“Dengan demand yang ada seperti ini, kami membutuhkan lebih banyak kerja sama dengan partner ekosistem di Indonesia untuk bisa memberikan pelayanan menyeluruh dan lebih sering mengedukasi market bagaimana sih penggunaan cloud yang benar. Jadi enggak sekadar pakai tapi juga bisa tepat guna teknologinya,” kata Gunawan Susanto dalam jumpa pers virtual, 1/9.
“Di semua market segment, kami bantu existing para customer di masa pandemi ini untuk bisa optimizing their cost dan staying with them untuk membuat bisnis mereka growing. Tujuannya supaya mereka bisa optimum gunakan teknologi kami,” tambahnya.
Fajar A Budiprasetyo selaku CTO & Co-founder HappyFresh, yang juga pengguna layanan AWS, mengatakan salah satu keuntungan menggunakan cloud adalah diperolehnya elastisitas di mana saat demand naik signifikan, kita dapat scale horizontal sesuai dengan kebutuhan. Dan pada saat pandemi berakhir, kita tinggal scale down lagi supaya sesuai dengan traffic yang ada.
Keuntungan lain yang didapatkan adalah penghematan biaya. Fajar menjelaskan teknologi komputasi awan dari AWS secara berkala mengirimkan tim solutions architect yang bertugas meninjau optimalisasi penggunaan sejauh itu. Sehingga, biaya IT yang dipangkas pun dapat mencapai angka 50 hingga 60 persen.
Baca: Manfaat Menggunakan Layanan Cloud AWS Menurut WWF Indonesia














