Vice President Marketplace Bukalapak, Kurnia Rosyada mengatakan memberikan pemahaman atau edukasi terkait manfaat teknologi internet merupakan hal kunci untuk memperkuat digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertahan selama pandemi COVID-19.
“Kami mengusahakan memberitahu kepada para pelapak bahwa sebenarnya sangat mudah sekali untuk menjadi wirausaha secara online, proses on boarding bagi para merchant bisa dilakukan dengan sangat mudah,” ujar Kurnia dalam diskusi virtual, Jumat, 11/9.
Ia menjelaskan, bentuk edukasi yang sederhana adalah menjelaskan bagaimana mudahnya mengunggah foto produk untuk dipamerkan pada platform e-commerce.
“Inovasi yang kami hadirkan di antaranya melakukan update, termasuk fitur upload video produk, juga menghadirkan fitur untuk mempermudah pelapak memberikan diskon.”
“Bagi pelapak yang baru bergabung, juga ada video tutorial yang akan membantu menjelaskan cara register akun, cara membuat deskripsi produk yang menarik, serta cara memproses pesanan dan pengiriman.”
“Selain itu, untuk menarik lebih banyak UMKM “go digital”, kami juga melakukan ekspansi BukaMart untuk menggandeng toko-toko offline bergabung, sekaligus sebagai cara untuk mempermudah akses pelanggan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.”
Sebagai unicorn asal Indonesia, Bukalapak juga mendukung program pemerintah untuk mendukung konsumsi produk lokal.
“Pertama, kampanye “Bangga Buatan Indonesia,” dengan produk-produk yang beragam, mulai dari makanan, t-shirt, aksesoris motor, maupun produksi lokal dari semua brand maupun merchants di Indonesia,” kata Kurnia.
“Kami juga melakukan banyak promosi terkait produk-produk Indonesia, serta mengedukasi pelapak maupun pelanggan untuk bangga dan membeli produk buatan dalam negeri.”
Bukalapak juga punya program gratis ongkir dengan para kurir pilihan. Juga telah diluncurkan cash on delivery, dengantujuan membuat customer tak perlu takut untuk berbelanja online.
Baca: Survei IDC Digitalisasi UMKM Dapat Tingkatkan PDB Indonesia














