Kemenhub Joint Research Dengan 4 Perguruan Tinggi Untuk Kebijakan Transportasi

Penulis Churry

Jakarta, ITWorks– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng empat perguruan tinggi negeri untuk joint research (penelitian) dan kajian bersama yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan di sektor transportasi sehat di tengah Pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam acara Kickoff Webinar Series dengan tema “Transportasi Sehat, Indonesia Maju” yang diselenggarakan pada, (15/9), di Jakarta. Webinar series akan berlangsung dari tanggal hingga 25 September 2020 yang dibagi menjadi 4 (empat) cluster penelitian pada masing-masing moda transportasi.

“Kerjasama dengan empat perguruan tinggi negeri ini saya harapkan dapat berkontribusi terhadap perkembangan transportasi di masa pandemic , sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan produktif dan tetap aman, khususnya ketika harus menggunakan transportasi umum. Dengan demikian kebijakan yang ada juga akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi serta dapat memberikan sudut pandang baru bagi para generasi penerus bangsa dalam menciptakan transportasi yang selamat, aman, andal, higienis dan humanis,” ujar Menhub Budi sebagaimana dirilis Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, baru-baru ini.

Menhub Budi menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 saat ini mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Transportasi menjadi salah satu sektor penting dalam pergerakan ekonomi, sehingga sangat diperlukan adanya terobosan baru dengan menciptakan transportasi yang sehat dan mengutamakan protokol kesehatan. Selain itu juga perlu melakukan kerjasama pentahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, komunitas/masyarakat, kekuatan para akademisi, dunia usaha, dan media.

Kickoff Webinar Series ini merupakan kelanjutan dari Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Perhubungan melalui Badan Litbang Perhubungan dengan empat perguruan tinggi yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang telah diselenggarakan pada 2 Juni 2020.

Sementara itu Ketua Pelaksana Satgas Covid 19 yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan kondisi Indonesia dengan beberapa negara di ASEAN dan G20 yang sama-sama mengalami pandemi Covid-19 ini. Data perkembangan situasi pandemic Covid 19 di tiap negara sangat bervariasi. Indonesia sendiri mencatatkan tingkat kesembuhan 71,51 %, tingkat kematian 3,99% dan kasus aktif nya 24,50%. Sedangkan negara lain ada yang lebih buruk dan sebagian lebih baik. Negara dengan tingkat disiplin tinggi cenderung memiliki catatan data kesembuhan yang lebih baik.

“Program prioritas kita saat ini ada tiga yaitu utamanya mewujudkan Indonesia Sehat dengan prioritas rakyat aman dari Covid-19 dan Reformasi Layanan Kesehatan, Indonesia Bekerja dengan prioritas pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja dan Indonesia Tumbuh yaitu prioritas pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Indonesia Sehat menjadi prioritas karena tanpa itu sulit bagi kita untuk mewujudkan Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh”, demikian ditegaskan oleh Erick Thohir.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus juga memaparkan bahwa selama pandemi Covid-19 ini, pihaknya meminta kementerian dan lembaga yang bermitra dengan Komisi V agar menguatkan program kegiatan untuk percepatan ekonomi nasional dengan penguatan infrastruktur mendorong logistik, padat karya dan kegiatan lainnya.

“Dengan terus bertambahnya kasus Covoid-19, kami melihat ada implikasi pada rendahnya penyerapan tenaga kerja di proyek-proyek infrastruktur. Untuk itu kami terus mendorong program padat karya agar diperluas. Selain itu, sejak dari awal DPR RI meminta Kemenhub dengan operator transportasi agar meningkatkan komunikasi lintas sektoral untuk meningkatkan pengawasan khususnya di simpul-simpul transportasi,” tutur Lasarus.

Beberapa hal penting yang ditekankan pihak Komisi V khususnya memperketat protokol kesehatan di simpul-simpul transportrasi, memperluas pembanguan infrastruktur dan padat karya dengan tetap memperhatikan protokol, meningkatkan tol laut untuk logistik di daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) juga meningkatkan tol laut guna menekan disparitas harga dengan kordinator lintas sektoral.

Webinar yang akan berlangsung hingga 25 September 2020 dibagi menjadi 4 (empat) cluster penelitian pada masing-masing moda transportasi yaitu :
a. Monitoring dan Analisa Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan PSBB dan Larangan Mudik Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Virus Sebagaimana Diatur Dalam Permenhub 18 dan Permenhub 25 Tahun 2020 serta SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 04 Tahun 2020;
b. Dampak Efektvitas Kebijakan dan Pengendalian PSBB Sektor Transportasi Terhadap Upaya Mencegah dan Mengatasi Penyebaran Virus COVID-19;
c. Dampak Adanya Pandemi dan Kebijakan PSBB Terhadap Resiliensi Kinerja dan Keberlangsungan Sektor Transportasi (Operator dan Travel Behaviour, serta Regulasi yang Perlu Dikembangkan);
d. Kajian Strategi Menuju Kebangkitan ataupun Keseimbangan Adaptasi Kebiasaan Baru.

BACA JUGA

Leave a Comment