Jakarta, ItWorks – Di tengah Pandemi Covid-19, Youtap tetap konsisten mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa go digital. Bekersama dengan Dinas UMKM Kota Bandung, baru-baru ini Youtap menggelar program edukasi melalui webinar yang diikuti ratusan pelaku UMKM dari berbagai kota di wilayah Bandung Raya.
Dalam upaya mendorong usaha dari para mitra bisnisnya, terutama pelaku UMKM, Youtap, sebagai penyedia solusi pembayaran digital, terus meningkatkan program edukasi bagi para pelaku usaha ini untuk bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi agar bisa go digital. Program edukasi tak hanya dilakukan di kota besar, namun juga diperluas ke daerah-daerah. Seperti yang baru-baru ini dilakukan terhadap ratusan pelaku UMKM dari wilayah kota Bandung dan sekitarnya.
“Penting bagi kami untuk terus melakukan edukasi kepada para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi. Karena kami melihat peluang yang lebih besar bagi para mitra kami, bukan hanya untuk bisa bertahan di masa pandemi ini saja. Dengan memaksimalkan penggunaan teknologi, para pelaku UMKM ini bisa bergerak lebih aktif untuk melebarkan usahanya. Tidak hanya untuk bertahan di masa pandemi saja, tetapi bisa membawa usahanya menjemput kesempatan yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Chief Executive Officer Youtap Indonesia, Herman Suharto melalui rilis pers (1/10/2020), di Jakarta.
Kegiatan edukasi ini juga dalam upaya mendorong program pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM yang kini juga gencar menggelar akselerasi digitalisasi bagi UMKM, agar bisa eksis dan lebih berdaya saing tinggi. Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM, pandemi Covid-19 telah berdampak pada pelaku UMKM. Di antaranya 26,8% mengalami penurunan permintaan, 24,9% mengalami kendala pemasaran, 23,8% mengalami kesulitan akses bahan baku, 23,5% mengalami kendala SDM, dan lain-lain.
Para pelaku UMKM yang mampu bertahan, bahkan bertumbuh usahanya di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online. Di lain pihak, baru 13% UMKM yang telah memiliki akses ke layanan digital dari total 64 juta UMKM, atau sekitar 8 juta UMKM. Akses digitalisasi, di antaranya bisa melalui digital marketing, digital payment, digital financial services, dan berbagai bentuk layanan digital lainnya. (AC)














