Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) meluncurkan program pelatihan digital UMKM ultra mikro BAKTI.
“Program program pelatihan digital UMKM ultra mikro BAKTI merupakan perluasan program pelatihan UMKM digital sebagai wujud dan komitmen pemerintah dalam memajukan, memperkuat dan memberdayakan mitra UMKM dan ultra mikro di Tanah Air,” kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate, dalam acara peluncuran virtual, Senin, 5/10.
Saat ini, infrastruktur internet 4G di Indonesia masih terdapat 12.548 desa dan kelurahan yang perlu dilengkapi dengan kehadiran sinyal 4G setidaknya selambat-lambatnya pada 2022, yang sudah ada dalam perencanaan Kementerian Kominfo.
Bersamaan dengan rencana itu, Kominfo juga menargetkan peluncuran satelit multifungsi High Throughput Satelite, Satelit Indonesia Raya atau Satelit Satria Satu yang diharapkan bisa diletakkan di orbit selambat-lambatnya pada Q3 2023.
Satelit Satria ditujukan untuk memenuhi kebutuhan layanan 150.000 layanan publik dari 500.000 titik layanan publik yang ada di Indonesia.
Kemudian di masa pandemi saat ini, BAKTI Kominfo telah menghadirkan akses internet di lebih dari 7.634 titik, yang disediakan secara gratis.
Seluruh agenda yang kebijakan Kominfo tersebut selaras dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang berkaitan dengan transformasi digital di Indonesia.
“Agenda perluasan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut tentu harus dibarengi dengan kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan akses internet tersebut dengan baik,” kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate.
“Di titik inilah program pelatihan digital UMKM ultra mikro BAKTI mengambil peran untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku usaha menengah kecil dan ultra mikro, untuk dapat memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi secara optimal,” tambahnya.
Menkominfo menekankan bahwa UMKM dan ultra mikro memiliki kontribusi yang cukup signifikan kepada perekonomian Indonesia. Sumbangsih atau kontribusi UMKM dan ultra mikro terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kisaran lebih dari 60 persen.
Namun, dengan adanya pandemi COVID-19 tidak sedikit pegiat usaha terdampak oleh pembatasan fisik dan sosial, karena masih berbasis pada usaha konvensional atau offline yang dilakukan dengan pendekatan secara fisik.
Di saat bersamaan, aktivitas perekonomian digital justru meningkat pesat, di mana pada April 2020 penjualan daring meningkat 480 persen dibandingkan pada Januari 2020.
Menjawab peluang tersebut, pemerintah terus melakukan pendampingan kepada pengusaha ultra mikro untuk perluasan aktivitas bisnis ke ruang digital.
“Aspek ini perlu dioptimalkan, mengingat UMKM ultra mikro yang go online baru menyentuh sekitar 14,6 persen atau setara dengan 9,4 juta dari jumlah UMKM ultra mikro secara nasional, sekitar 64 juta seluruhnya,” kata Menkominfo.
Baca: Bersama Kemkominfo, LinkAja Sediakan Solusi Belanja Online di 18 Pasar Tradisional














