Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam acara harlah ke-9 Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang digelar secara daring, Jumat (9/10), mengatakan pemerintah mendorong para pelaku usaha Nahdliyin yang tergabung dalam HPN mengoptimalkan teknologi digital.
“Bagi para pelaku usaha Nahdliyin yang tergabung dalam HPN, pemerintah mendorong untuk melakukan digitalisasi dengan mengoptimalkan potensi teknologi digital. Ke depan, teknologi digital akan semakin dominan sebagai next industry standard. Dengan demikian, HPN pun diharapkan bisa memanfaatkan teknologi digital agar dapat mengimbangi perkembangan standard industri tersebut,” kata Ma’ruf.
Wapres Ma’ruf juga berharap agar HPN mulai mendalami dan menangkap tren dunia terkait industri halal global. “Apakah dalam bentuk halal finance melalui syariah finance and business, halal tourism, food, cosmetics, pharmaceutical, atau produk gunaan lainnya, hingga media.”
Melalui forum ini, HPN berharap dapat memberikan oase baru kepada pelaku usaha mikro dan menghidupkan sendi sendi ekonomi masyarakat di masa pandemi virus Covid 19 yang sudah hampir setahun menjadi pukulan berat bagi pengusaha di semua sektor. “Besar harapan kami, Harlah HPN ini menjadi momentum kebangkitan dan stimulus ekonomi mikro melalui UMKM/IKM,” kata Pauline Dhini selaku panitia acara.
Menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra pandemi.
Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99% – 97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional.
Di sisi lain, UMKM juga menjadi sektor yang paling terpukul akibat wabah ini. Berdasarkan survei terhadap 202 pelaku usaha roti, biskuit, cake (kue), jajanan pasar, mie, pancake dan pastry di Surabaya dan Jakarta, disebutkan bahwa sekitar 94% UMKM terdampak Covid-19.














