Jakarta, Itech- Melalui Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (PTISDA), BPPT meluncurkan lima belas produk inovasi di bidang teknolologi yang telah diseminisasikan kepada mitra/penggunanya.Semua teknologi tersebut merupakan prioritas nasional, digunakan untuk mempermudah kegiatan yang berbasis nasional.
Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, BPPT sesuai visinya sebagai pusat unggulan teknologi yang mengutamakan inovasi dan layanan untuk mewujudkan kemandirian bangsa, peningkatan daya saing dan pelayanan publik. “Teknologi inovatif sesuai arahan Presiden yang menetapkan dikembangkan harus berbasis kebutuhan masyarakat secara nasional dan mampu meningkatkan produktivitas sistem produksi,” paparnya kepada wartawan di Jakarta, (19/1)
Dalam peluncuran tersebut, BPPT juga melakukan kerja sama dengan PT Donggi Senoro LNG. Seluruh produk inovasi PTISDA ini telah dikemas dalam buku berjudul “Karya Terpopuler Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam” dan siap diluncurkan dan dimanfaatkan oleh mitra pengguna dalam rangka membantu dan mendukung pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan serta percepatan pembangunan menuju Indonesia Jaya
Lebih lanjut Unggul menjabarkan inovasi teknologi di maksud. Antara lain perangkat lunak SIKBES-IKAN (sistem penjejak ikan nan cerdas), BPPT’s Electronic Logboog for Fishery Observation System (belfos), Model Akuntansi Sumberdaya Lahan Sawah ( morena), Sistem Informasi Dispersi Asap dan Polutan (Sidian).
Belum lagi, Sistem Prediksi Banjir Berbasis Pembelajaran Mesin/machine learning (Sibanyumaning), Sistem Informasi Kebakaran Hutan Berbasis Keruangan (Siarang), model Peramalan Organisma Pengganggu Tumbuhan berbasis (OPT) berbasis WEBGIS. Tak berhenti sampai disitu, BPPT juga emngenalkan metode analisis objek bawah permukaan dengan georadar dan geolistrik, perangkat lunak akunting sumber daya alam pesisir berbasis expert system, perangkat lunak sistem informasi akutansi sumber daya alam terpadu, dan Sistem Informasi Hot Spot Berbasis Spasial (Si-Hots).
Senada dengan Unggul,Direktur PTISDA BPPT, Muhamad Sadly mengatakan, Teknologi yang telah dikembangkan dan siap diaplikasikan tentu harus diketahui oleh publik dan mitra. BPPT sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, publik perlu mengetahui hasil dari investasi pada lembaga-lembaga riset dan pengkajian, khususnya BPPT sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengkajian dan penerapan teknologi di Indonesia. Kemudian, mitra perlu pula mengetahui agar bisa memilih jenis teknologi yang diperlukan dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. (dju)














