ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Data Sebagai Elemen Penting untuk Menuai Manfaat AI

Fauzi
25 February 2026 | 10:41
rubrik: Expert
Jadi Kebutuhan, Perusahaan Mulai Hitung Dampak Bisnis dari Adopsi AI

Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia

Perusahaan kini sedang bergerak melampaui fase eksperimen menuju fase adopsi penuh agen AI dalam skala besar pada tahun mendatang. Laporan Deloitte berjudul “The State of AI in the Enterprise” menunjukkan bahwa jumlah perusahaan yang telah menjalankan lebih dari 40% proyek AI mereka di lingkungan produksi diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam enam bulan ke depan.

Di Asia Tenggara, laporan McKinsey menunjukkan hampir setengah perusahaan telah melampaui tahap uji coba AI. Indonesia dan Singapura menjadi yang terdepan di wilayah ini, di mana ada lebih banyak perusahaan yang melaporkan kemajuan dalam pengadopsian AI skala besar (56% di Singapura dan 51% di Indonesia).

Setelah melalui berbagai tahap uji coba dan pengembangan prototipe, organisasi kini berharap agen AI dapat mulai memberikan dampak bisnis yang nyata. Selama ini tantangan seperti scaling, tata kelola, dan pengendalian biaya menjadi hambatan utama. Namun dengan menghubungkan agen AI ke data real-time yang terkelola dengan baik, dan mengintegrasikannya ke dalam alur kerja bisnis, pengadopsian AI dalam skala penuh kini menjadi semakin memungkinkan. Organisasi juga mulai beralih dari fase penggunaan AI sebagai sekadar konsultan pasif menjadi agen otonom yang mampu menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi dalam sektor keuangan dan engineering.

Kemampuan terbaru dari Anthropic untuk menerapkan tim agen merupakan langkah penting dalam mengoperasionalkan agen AI dalam skala besar, dan ini sangat berguna bagi tim keuangan dan legal. Namun banyak organisasi masih menghadapi tantangan akibat data yang tersebar di berbagai tempat. Kondisi ini menyulitkan organisasi untuk menjaga konsistensi, tata kelola dan kontrol. Tanpa pendekatan yang terintegrasi, setiap departemen berisiko memilih tools mereka sendiri, menjalankan POC sendiri, dan menerapkan solusi mereka sendiri.

BACA JUGA:  Tinjauan Cloudera Mengenai Data Privacy Day 2024

Sama seperti pada masa awal perkembangan Business Intelligence, kita mulai melihat AI silos terbentuk di dalam perusahaan. Di saat yang sama, laporan Deloitte mendapati bahwa penggunaan agentic AI diperkirakan akan melonjak tajam dalam dua tahun ke depan, namun baru sekitar satu dari lima perusahaan yang memiliki kerangka tata kelola yang matang untuk mengelola agen AI otonom secara efektif.

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menurut laporan McKinsey, pengadopsian agentic AI juga meraih momentumnya. Hampir 90% perusahaan di Asia Tenggara berencana untuk mencoba agentic AI pada tahun 2026. Penggunaan AI masih terkonsentrasi pada fungsi teknis dan berbasis pengetahuan, terutama dalam IT dan software engineering, di mana lebih dari sepertiga perusahaan sedang memperluas implementasinya atau telah mengadopsinya secara penuh dalam skala besar. Sebaliknya, penggunaan AI pada fungsi yang berhubungan langsung dengan pihak luar, seperti sales dan marketing, pengembangan produk atau service, dan risk management, masih berada pada tahap awal. Karena fungsi-fungsi ini tersebut berinteraksi langsung dengan pelanggan dan punya risiko yang lebih besar terhadap reputasi atau komersial, perusahaan jadi lebih berhati-hati dalam menerapkan agen otonom sepenuhnya.

Saat ini, hanya sekitar satu dari lima perusahaan yang mulai memperluas penggunaan agentic AI pada fungsi-fungsi tersebut, sementara sebagian besar masih berada pada tahap uji coba atau berencana untuk menggunakan tool tersebut. Ketertinggalan ini mencerminkan masih tingginya kebutuhan akan pengawasan manusia, serta kompleksitas yang lebih besar dalam mengintegrasikan agen otonom ke dalam alur kerja yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi.

Pengawasan oleh manusia tetap menjadi elemen penting untuk memastikan kualitas data dan tata kelola yang baik, serta menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan untuk menerapkan berbagai tools dan model AI secara fleksibel untuk mengoptimalkan alur kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut, tanpa tergantung pada satu vendor dan terlepas di mana pun data berada, organisasi perlu mempertimbangkan pendekatan arsitektur “Private AI”. Perusahaan dapat menggunakan platform yang dirancang dengan keamanan sebagai prioritas utama serta patuh pada aturan residensi data dan kontrol akses.

BACA JUGA:  Lewat Layanan Manajemen Terintegrasi, JLL Perkuat Operasional Fasilitas Bali International Hospital

Melalui kemitraan dengan ekosistem AI, Claude kini terintegrasi langsung ke dalam Cloudera Lakehouse, dan menjadi model penting dalam arsitektur Cloudera AI. Dengan Cloudera AI, di mana organisasi menjalankan model AI di infrastruktur on-premise, mereka tetap memiliki kendali penuh atas data dan model AI mereka, sekaligus memastikan kepatuhan pada regulasi dan keamanan di sepanjang lifecycle AI. Di Indonesia, kebutuhan akan pendekatan Private AI menjadi semakin penting, terutama dengan diberlakukannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, yang mewajibkan organisasi memastikan keamanan dan kendali atas data sensitif.

Di lanskap yang terus berkembang ini, organisasi perlu memperhatikan beberapa hal penting:

● Memastikan kedaulatan data: Data tetap berada dalam kendali dan yurisdiksi organisasi, sehingga membantu mereka mematuhi regulasi lokal maupun internasional.
● Meningkatkan keamanan: Dengan membatasi paparan data ke pihak luar, risiko kebocoran data dapat dikurangi secara signifikan.
● Mempertahankan kendali penuh: Organisasi memiliki visibilitas penuh atas model AI dan data mereka, sehingga tata kelola dan akuntabilitas dapat terjaga dengan baik.

Seiring dengan semakin banyaknya pilihan model baru dan agen AI yang tersedia, semakin penting bagi organisasi untuk memastikan integrasi AI yang mulus ke dalam data fabric mereka. Didukung oleh fondasi data yang kuat, metrik yang terstandarisasi, serta tata kelola yang berkelanjutan, perusahaan yang mampu mengikuti perkembangan inovasi ini akan menuai manfaat AI yang paling besar.

Tags: AIClouderaDeloitteMcKinsey
Previous Post

nubia Kenalkan nubia Neo 3 GT 5G Suguhkan Performa Gaming Pro-Level untuk Semua

Next Post

Indosat dan BERSATHU Hadirkan Solusi Konektivitas Jamaah Haji dan Umrah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponsel Lipat motorola razr 60 Mulai Edar di Pasar Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Patra Jasa Bangun Rumah Sakit Untuk Covid-19 Dengan Teknologi Modular-System

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Telin Mobile Network Verification, Telin Perkuat Keamanan Identitas Digital Berbasis Jaringan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Travoy Jasa Marga Siap Tingkatkan Layanan Pemudik Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

pabrik-miliarder-2025-perusahaan-cetak-kekayaan-triliunan

Pabrik Miliarder 2025 Terungkap! 8 Perusahaan Ini Cetak Kekayaan Triliunan dalam Sekejap

Teguh Imam Suyudi
27 December 2025 | 17:00

Reli pasar saham Amerika Serikat yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa melahirkan fenomena baru di dunia bisnis global. Sejumlah perusahaan...

ashjari-cto-nutanix-apj

Cari Tahu Rahasia Sukses: Daryush Ashjari Jabat CTO Nutanix APJ!

Teguh Imam Suyudi
9 December 2025 | 17:00

Pada November 2024, Nutanix (NASDAQ: NTNX) mengumumkan ekspansi peran strategis Daryush Ashjari untuk memegang jabatan Chief Technology Officer (CTO) untuk kawasan Asia Pasifik...

EXPERT

Jadi Kebutuhan, Perusahaan Mulai Hitung Dampak Bisnis dari Adopsi AI

Data Sebagai Elemen Penting untuk Menuai Manfaat AI

Fauzi
25 February 2026 | 10:41

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia Perusahaan kini sedang bergerak melampaui fase eksperimen menuju fase adopsi penuh agen AI...

Upaya BP Batam Bangkitkan Nagoya Kian Terlihat Hasilnya

Upaya BP Batam Bangkitkan Nagoya Kian Terlihat Hasilnya

Ahmad Churi
19 February 2026 | 16:03

ItWorks.id- Upaya BP Batam menghidupkan kembali kawasan Nagoya kian menunjukkan hasil nyata. Melalui gelaran event “Night Party Nagoya Lantern Festival”...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto