
Telkomtelstra merupakan perusahaan patungan antara dua perusahaan, yakni Telkom Indonesia dan Telstra Australia. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan yang 51 persen sahamnya dimiliki Telkom Indonesia dan 49 persen milik Telstra ini melayani customer Business-to-Business (B-to-B).
“Fokus kami adalah untuk membantu perusahaan-perusahaan dan instansi di Indonesia terutama dalam hal transformasi digital mereka. Jadi, digital transformation itu sesuatu yang penting dan banyak perusahaan tahu harus melakukan sesuatu, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Dan di sini kami masuk,” ungkap Erik Meijer, CEO Telkomtelstra, dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan majalah IT Works.

Ada sejumlah lini bisnis utama yang menjadi fokus utama Telkomtelstra, seperti layanan managed networks services, managed cloud services, manage security services, dan managed unified communication and collaboration.
“Dan kebetulan semua layanan ini, adalah layanan yang saat ini bisa dibilang sedang naik daun, karena adanya work from home atau remote communication hampir semua perusahaan memerlukan solusi kolaborasi, memerlukan solusi cloud, jaringan, dan lain-lain,” ungkap Erik.
Berkenaan dengan solusi yang ditawarkan, Asi Christo, VP Product, Solution & Partnership, membeberkan sejumlah solusi perusahaan yang disebut valid di kondisi saat ini untuk membantu customer untuk melakukan transformasi digital di perusahaan mereka.
“Yang pertama itu adalah Managed SD-WAN. Nah, SD-WAN solutions ini memanfaatkan internet untuk membantu mengefisienkan cost yang biasanya menggunakan dedicated WAN yang sangat mahal, (karena) sekarang bisa menggunakan internet. Efisiensi cost dan asset management adalah key point dari solusi SD-WAN ini. Dan ini sangat valid untuk kondisi pandemi seperti sekarang ini,” ungkap Asi Christo.
Untuk solusi kedua, Telkomtelstra memiliki apa yang disebut sebagai Cloud Contact Center. Sama seperti SD-WAN, solusi ini juga menawarkan cost efficiency.
“Solusi ini benar-benar menghilangkan kebutuhan akan dedicated space dan investasi hardware dan aplikasi yang biasanya dibutuhkan pada suatu perusahaan. Jadi, balik lagi ini cost efficiency yang kita tawarkan. Kemudian karena based on cloud, dengan solusi ini tenaga customer service itu cuma membutuhkan laptop dan internet connection mereka sudah bisa bekerja di mana saja. Jadi, ini sangat fleksibel buat perusahaan,” jelas Asi.
Solusi yang ditawarkan Telkomtelstra selanjutnya, yaitu Digital Customer Engagement. Solusi ini hadir dari adanya perubahan culture customer, misalnya bila dulu menggunakan laptop sekarang memakai perangkat mobile. “Dengan solusi ini kita sebenarnya menjawab kebutuhan itu, (tujuannya) supaya perusahaan bisa melakukan engagement mobile device-nya user dan customer,” ungkap Asi.
Solusi Telkomtelstra lainnya yang juga dinilai valid dengan kondisi pandemi seperti saat ini adalah hybrid cloud. Solusi yang dikembangkan sejak 2017 ini merupakan yang pertama di Indonesia yang membawa solusi cloud on premise. Asi mengatakan bahwa solusi ini sudah menjawab kebutuhan segmen finance dan banking yang mengharuskan datanya ada di Indonesia.
“Benefit lainnya adalah solusi ini sangat membantu pelanggan untuk melakukan transformasi digital itu secara bertahap (pelan-pelan tidak serta merta pindah ke cloud),” ungkap Asi.
Selain empat solusi di atas, Telkomtelstra masih memiliki banyak solusi lainnya. Sebut saja Security Intelligent, yang merupakan solusi layanan cyber-security terdepan dengan fokus pada insight dan juga insiden berdasarkan pada bukti yang ada. Security Intelligent mampu memberikan mekanisme, indikasi, implikasi, serta rekomendasi yang dapat diterapkan untuk mengatasi ancaman terhadap aset perusahaan.
Masuk kategori solusi unggulan Telkomtelstra antara lain IGDC (Indonesia Global Delivery Center), Infinity Portal, TIARA (Telkomtelstra Incident and Request Assistant) Portal, dan sebagainya. Solusi Infinity Portal dan TIARA (Telkomtelstra Incident and Request Assistant) Portal diimplementasikan Telkomteltra untuk internal perusahaan. Solusi era new normal lainnya yang juga diimplentasikan untuk internal Telkomtelstra, di antaranya Remote NOC (Network Operation Center) dan Microsoft 365 for Collaboration.
Sementara khusus untuk IGDC, Erik mengatakan bahwa ini merupakan salah satu inovasi di mana perusahaan mengekspor keahlian (skills) teknologi dari Indonesia ke Australia. Dengan IGDC, Telkomtelstra mulai secara pelan-pelan (melakukan) outsource (yang awalnya) dari India ke Indonesia. Hal itu dilakukan agar perusahaan bisa mengekspor IT Skills, Project Management Skills, dan Technology skill yang lain.
“Dan itu merupakan bisnis yang cukup menarik untuk kita,” pungkas Erik. (Fauzi)














