
Reporter: Achmad Adhito
Editor: Teguh Imam S.
Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal Maret tahun ini di Indonesia, membawa dampak negatif di sektor perekonomian. Untuk menghadapinya, Mandiri Tunas Finance (MTF), sebagai perusahaan di bidang multifinance, telah menggelar sejumlah langkah strategis yang melibatkan penggunaan Teknologi Informasi (TI).
“Menyediakan sistem online untuk pengajuan restrukturisasi kredit nasabah, mengembangkan sistem credit scoring baru, dan pembaruan aplikasi Mobile Survey adalah beberapa peran penting TI yang telah kami jalankan untuk mendukung kinerja perusahaan di saat pandemi saat ini,” jelas William Francis, Deputi Direktur Mandiri Tunas Finance, dalam sesi Presentasi dihadapan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan majalah IT Works, Selasa, 3 November 2020.
“Pandemi ini, juga mengganggu kondisi ekonomi sejumlah nasabah kami, salah satunya kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban membayar cicilan kredit. Sejalan dengan himbauan dan adanya aturan dari pemerintah dan OJK maka kami memberikan kesempatan mereka untuk melakukan restrukturisasi kredit,” ungkap William.
“Tujuannya, untuk menjaga kelangsungan bisnis dan sebagai upaya memulihkan kegiatan perekonomian. Di sini, tim TI berperan vital melalui penyediaan sistem online untuk pengajuan restrukturisasi kredit,” tambahnya.
Menggunakan sistem tersebut, nasabah yang mengajukan permintaan restrukturisasi pinjaman, dapat mengajukan secara online. Hal ini tentu memudahkan para nasabah sekaligus menerapkan Protokol Kesehatan yaitu mengurangi kerumunan dan menjaga jarak.
“Dengan demikian mereka tidak perlu datang ke kantor kami. Bayangkan kalau mereka harus ke kantor kami dengan jumlah yang banyak, tentu sangat repot,” kata William.

Tim TI di MTF juga berperan dalam mengembangkan sistem credit scoring baru, dengan memasukan sejumlah aspek yang terkait dengan dampak Covid-19.
“Dengan demikian credit scoring untuk calon nasabah, dibuat agar lebih selektif. Dan dalam hal itu, tim TI tersebut berperan ikut mengembangkankan credit scoring baru tersebut,” terang William.
Credit Scoring atau skor kredit adalah suatu penilaian kredit yang merupakan sistem atau cara yang dipakai oleh suatu lembaga pemberi pinjaman atau bank. Ini digunakan untuk menentukan layak atau tidaknya calon peminjam menerima pinjaman dari lembaga tersebut. Aspek yang jadi pertimbangan dalam skor kredit, antara lain: usia, status perkawinan, jumlah tanggungan, pekerjaan suami/istri, status tempat tinggal, status pendidikan, jabatan/jenis pekerjaan, tempat bekerja, lama bekerja pada pekerjaan saat ini, dan lain sebagainya.
Peran TI berikutnya, melakukan pembaruan aplikasi Mobile Survey. “Dalam pembaruan aplikasi ini, lingkungan tempat tinggal calon nasabah pun dideteksi dalam hal tingkat keamanan,” jelas William kepada dewan juri.
Awalnya, MTF membuat aplikasi Mobile Survey untuk menjaring nasabah baru dengan menerapkan prinsip prudent atau kehati-hatian. Aplikasi ini dapat diakses seluruh karyawan MTF di seluruh Indonesia.
Cara kerjanya, karyawan MTF yang melakukan survei nasabah akan memasukkan data calon nasabah ke dalam aplikasi, langsung di tempat survei nasabah tersebut dilakukan. Data tersebut secara otomatis akan menyertakan posisi koordinat karyawan MTF saat itu, berkat adanya teknologi geotagging. Kemudian, data-data itu dikirim ke kantor pusat MTF. Setelah data-data itu masuk di kantor pusat, si karyawan MTF itu, juga wajib melakukan foto bersama calon nasabah di depan rumah calon nasabah.
Itu semua dilakukan untuk menekan angka kredit macet, mengurangi risiko fraud internal, dan memastikan setiap karyawan MTF menjalan SOP secara benar dalam proses menjaring nasabah baru.
Selanjutnya, data nasabah itu akan di-cross check dengan ke Bank Indonesia, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan, dan Bank Mandiri untuk melihat rekam jejaknya.
Dalam kesempatan ini, William juga memaparkan pertumbuhan bisnis MTF. Dari 2010 sampai akhir 2019, nilai lending kredit bertumbuh 10 kali lipat. Dan, outstanding kredit pun tumbuh 10 kali lipat.
“Bisnis multifinance yang tumbuh tentunya memerlukan percepatan proses kredit dan lain-lain. Dalam hal tersebut, sudah tentu sistem TI sangat berperan membantu,” tutup William.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: TI di MTF Siap Dukung Diversifikasi Bisnis














