Perusahaan pembiayaan Mandiri Tunas Finance (MTF) merencanakan diversifikasi bisnis. Yakni akan masuk ke pembiayaan refinancing, serta pembiayaan alat kesehatan.
“Dan sudah tentu, sistem TI (teknologi informasi) harus paralel dengan rencana tersebut,” kata Deputi Direktur Mandiri Tunas Finance, William Francis Indra, di Jakarta (10/10/2019), saat presentasi untuk Dewan Juri Top Digital 2019, sebuah ajang penghargaan yang digelar Majalah It Works.
William menjelaskan bahwa terkait rencana diversifikasi tersebut, TI sudah tentu akan menyediakan sistem yang mendukung. Hal tersebut tertuang dalam corporate planning MTF.
Sejak tahun 2016, untuk TI, MTF sudah punya peta jalan (road map). Sebelumnya, pengadaan TI belum dilengkapi peta jalan tersebut. “Dengan keberadaan peta jalan, kami punya proyeksi kapan kapasitas sistem TI harus naik. Termasuk saat ada diversifikasi ke bisnis refinancing dan pembiayaan alat kesehatan tersebut,” kata William.
Dijelaskan pula oleh William bahwa rencana pengembangan TI di MTF, sudah disesuaikan dengan rencana bisnis perusahaan sampai dengan tahun 2022.
Belanja Modal TI
Penjelasan William, belanja modal (capex/capital expanditure) TI di MTF, mencapai puluhan miliar Rupiah per tahun. Persisnya, di kisaran Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar untuk tiap tahun.
“Dibandingkan belanja modal TI bank besar, mungkin nilai itu tidak besar. Namun, kini TI bagi kami bukan sebagai business support saja. Namun sudah sebagai business partner,” William menjelaskan lagi.
Ia juga menjelaskan bahwa kini ada 192 perusahaan pembiayaan di Indonesia. Dan kalau diukur dari nilai pembiayaan, MTF menempati posisi ketiga. “Nilai aset kami di Rp 45 trilliun,” ucap dia.
Penulis: Adhito














