Jakarta, ItWorks –Industri perkapalan termasuk bidang yang tak bisa lepas dari penggunaan teknologi, seperti sistem navigasi, teknologi komunikasi, electrical, dan teknologi pendukung lainnya. Tak pelak bagi industri galangan kapal, penggunaan teknologi informasi menjadi keniscayaan, baik untuk proses produksi (ships building) maupun jasa dock dan repair (perawatan).
Dewasa ini, semakin banyak sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang diaplikasikan di sektor kemaritiman, seperti di pelabuhan dengan adanya digital port, INSW (Indonesia National Single Window) untuk pemrosesan data dan informasi secara tunggal, e-logistic. Termasuk di pelayaran dan industri galangan kapal seperti technometrik untuk penilaian kapabilitas teknologi industri galangan kapal, dan teknologi lainnya. Termasuk di sektor pelayaran yang tuntutannya juga makin tinggi seiring dengan adanya program tol laut.
Dengan adanya program tol laut, prospek dan peluang industri galangan kapal nasional juga makin terbuka. Program tol laut, tentu bukan membuat jalan tol di atas laut, namun merupakan upaya membangun sistem jaringan distribusi logistik dengan menggunakan kapal laut sebagai pengangkut untuk kelancaran distribusi logistic di seluruh Indonesia. Sehingga ada pemerataan dari harga-harga barang dan kebutuhan sehari-hari di seluruh Indonesia, atau paling tidak perbedaannya tidak terlalu besar.
“Ke depan prospek industri galangan kapal nasional makin terbuka. Apalagi mengingat kebutuhan armada kapal yang masih sangat besar. Tentunya ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku industri galangan kapal seperti PT IKI. Karena itu, kami juga terus berbenah untuk meningatkan daya saing produksi, termasuk dengan mengimplementasikan teknologi informasi, baik di sistem manajemen maupun untuk mendukung prosesproduksi. Memang saat ini implementasi sistem TI di PT IKI masih dalam tahap awal. Karena itu, kami bertekad mengakselerasi transformasi digital. Kami sadar di era sekarang ini, penggunaan TI sudah tak bisa ditawar-tawar lagi. Apalagi dalam memasuki era industri 4.0,” ungkap H. Ansyarief, Head of Corporate Secretary PT Industri Kapal Indonesia (IKI) saat Presentasi dan Wawancara Penjurian “Top Digital Awards 2020” secara virtual yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia, di Jakarta, belum lama ini.
Dijelaskan, sebagai wujud komitmen dalam implementasi TI, PT IKI mulai membuat struktur organisasi dengan membentuk divisi TI tersendiri. Diharapkan dengan adanya divisi ini, akselerasi transaformasi digital di PT IKI bisa lebih dipacu. “Kita akui implementasi IT di kita levelnya masih rendah, strukturnya juga masih belum lengkap. Padahal dengan adanya industri 4.0, penggunaan IT sudah tak bisa dihindari. Ini juga sudah menjadi komitmen dari top manjemen di PT IKI untuk akselerasi transformasi digital ini,” ujarnya dihadapan tim dewan juri terdiri Prof. Satya Arinanto (Anggota Dewan Pakar I-Otda), Nurul Yakin Setyabudi (Indonesia Telecommunication User Group –IDTUG), Febrizal Efendi (Aspiluki-Kadin), Melani Harriman (Melani K Harriman Associate), serta Nina Kurnia Hikmawati (Aptikom).
Tahun ini, untuk pertama kalinya PT IKI ikut di ajang penjurian Top Digital Awards. PT Industri Kapal Indonesia (persero) adalah perusahaan galangan kapal milik Pemerintahan Indonesia yang berkantor pusat di Makassar – Sulawesi Selatan. Pemerintah telah memutuskan bahwa PT IKI sebagai Pusat Industri Maritim bagi Indonesia Timur terutama untuk Kapal Perikanan, Kapal Penumpang, Ferry (Ro-Ro), Cargo dan setiap industri proyek industri terkait. Selama ini, selain membuat kapal atau memproduksi kapal baru, juga melayani kapal-kapal untuk docking seperti kapal penumpang Pelni, ASDP, kapal Pertamina danTanker serta kapal pesiar yang merupakan kapal kapal berukuran besar baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Kegiatan Top Digital Awards merupakan kegiatan rating atau penilaian tahunan untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan atau institusi yang dinilai berhasil dalam hal inovasi, implementasi IT dan Telco atau teknologi digital, baik di sistem menajemen maupun dalam kaitan layanan pelanggan atau masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah ItWorks bekerjasama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan lembaga konsultan IT TELCO di Indonesia. Metode penilaian Top Digital Awards 2020, menggunakan 3 metode, yakni melalui kuesioner & wawancara penjurian, rekomendasi user atau masyarakat, serta melalui market research. Tahun ini mengusung tema “Top Digital Innovation & Implementation in New Normal”. (AC)














