
Penulis: Achmad Adhito
Bank Mandiri melakukan sejumlah inovasi sistem TI (teknologi-informasi) di masa new normal (kenormalan baru). Satu di antara itu adalah memperbanyak produk digital. Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur TI Bank Mandiri, Rico Frans, dalam presentasi dan tanya-jawab dengan Dewan Juri Top Digital Awards 2020, yang berlangsung secara virtual, belum lama ini.
“Kami menyadari bahwa dengan adanya dampak Covid-19, orang semakin jarang untuk datang ke kantor Bank Mandiri. Maka, kami harus melakukan sejumlah inovasi TI,” kata Rico.
Dicontohkannya, salah satu produk digital yang dikeluarkan Bank Mandiri untuk merespons masa new normal, adalah hasil kerja sama dengan BukaLapak selaku pemain e-market place besar di Indonesia. Dengan produk tersebut, seseorang bisa mengajukan kredit dengan proses yang lebih cepat.
“Hanya dalam tiga jam, approval aplikasi kredit seseorang sudah selesai. Dan tinggal menunggu persetujuan-pencairan pinjaman,” kata Rico.
Layanan Mandiri On-Line pun, saat new normal, terus dikembangkan untuk melayani kebutuhan nasabah.
“Agen branchless banking Bank Mandiri juga dimungkinkan untuk melayani kebutuhan pembukaan rekening secara online. Dan mereka ini kami lengkapi dengan berbagai solusi digital,” Rico mengatakan lagi.
Permintaan pembukaan rekening secara online pada Bank Mandiri dalam tren naik pada saat ini. Hal ini pun merupakan efek dari Covid-19.
“Pada setiap hari, ada 3.000-an orang yang membuka rekening online di Bank Mandiri,” Rico menjelaskan.
Adapun total jumlah nasabah yang sudah membuka rekening secara online, dia menambahkan, sudah mencapai 300.000-an orang. “Itu secara online onboarding,” katanya.

Cloud Computing
Satu inovasi lain untuk sistem TI yang digelar Bank Mandiri, adalah dalam hal pemakaian cloud computing (komputasi awan). Bank Mandiri sudah menggunakan sistem cloud computing. Penggunaan tersebut mencakup pada private cloud atau pun public cloud.
Rico mengatakan, “Sejumlah keuntungan muncul berkat penggunaan cloud computing. Antara lain, dengan private cloud, Bank Mandiri bisa mendapatkan tambahan kapasitas layanan server, dalam waktu hanya 15 menit.”
Sementara itu, sebelum menggunakan layanan cloud private, penambahan server baru memerlukan waktu sekitar enam bulan. “Dan memang, yang perlu diperhatikan dalam hal [penggunaan] cloud computing adalah regulasi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan],” Rico mengimbuhkan.
Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa Bank Mandiri sangat memerhatikan faktor keamanan sistem TI. Serangan cyber diantisipasi dengan sangat ketat. Dalam hal ini, Bank Mandiri mengandalkan empat lapisan pengamanan.
“Jadi, kami mengandalkan IT security berlapis. Lapisan satu, dua, tiga, dan empat, adalah bagian dari pengamanan kami,” kata dia.
Baca: MITA akan Melayani Interaksi Nasabah Bank Mandiri via WA














