
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) merupakan lembaga yang memiliki aktivitas umum yang berkaitan dengan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan Teknologi Nuklir di Indonesia. Mengusung visi nuklir untuk kesejahteraan, istilah nuklir yang selama ini menakutkan dibuat menjadi lebih ramah lingkungan oleh BATAN.
“Nuklir di BATAN itu untuk kesejahteraan bukan untuk peperangan dan seterusnya. Jadi, BATAN ingin berperan di teknologi nuklir untuk kesejahteraan bangsa,” ungkap Budi Prasetyo, Pranata Komputer Ahli Madya di BATAN pada sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan majalah IT Works.
Dukung SPBE
Sebagai instansi pemerintah, terkait pemanfaatan teknologi informasi (TI) BATAN lebih ditujukan untuk mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). “Karena SPBE menjadi semacam tagline dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Bahwa di era digital ini semua instansi, termasuk Batan itu harus mengadopsi SPBE,” jelas Budi.
Dalam hal pemanfaatan TI, BATAN telah melakukan kebijakan-kebijakan penting, salah satunya yang sudah berjalan, yakni pemanfaatan TI dalam Penerapan Nuklir Knowledge Management (NKM) yang mulai agak intens dilakukan di tahun 2018.Di tahun 2020, BATAN juga disebut telah bekerjasama dengan BSSN untuk menggunakan tanda tangan digital (digital signature).
“Kemudian di 2019 kami berusaha meningkatkan aspek keamanan informasi dengan melengkapi infrastruktur yang berkaitan dengan keamanan. Di tahun 2019 kami juga banyak melakukan terobosan-terobosan, salah satunya yang bisa di-highlight adalah pemanfaatan IT untuk e-learning atau LMS dan Internet Reactor Laboratory (IRL). IRL ini pada prinsipnya juga sama dengan e-learning, kita bias belajar reaktor dari jarak jauh,” kata Budi.
Dalam hal mekanisme kebijakan pengambilan kebijakan terhadap investasi dan belanja TI, secara umum semua itu diatur secara terintegrasi dalam suatu Kebijakan Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) BATAN yang mencakup Perencanaan SPBE, Anggaran dan Belanja SPBE, Proses Bisnis, Data dan Informasi, Infrastruktur SPBE di BATAN, Aplikasi SPBE, Keamanan SPBE, dan Layanan SPBE BATAN.
Berkaitan dengan IT Maturity Level, Budi mengatakan bahwa setiap tahunnya, tingkat maturitas pemanfaatan TI di BATAN diukur setiap tahunnya oleh lembaga eksternal, yakni Kemenpan RB. Tahun 2019 nilai indeks Maturity Level BATAN berada di angka 3,26 dalam skala 5. ”Artinya, sebenarnya (Maturity Level BATAN) sudah standar, kita mau merangkak ke arah optimalisasi,” singkat Budi.
Solusi Unggulan dan Era New Normal
Ada beberapa solusi unggulan yang telah diimplementasikan BATAN, baik untuk penggunaan internal maupun eksternal. Pertama ada solusi Revitalisasi Infrastruktur TIK yang dilakukan secara kontinu (terus-menerus) dan dikembangkan secara mandiri di internal.
“Ini tujuannya adalah untuk mengembangkan kompetensi yang dipunyai oleh kita sendiri, sehingga kebanyakan atau sebagian besar solusi bisnis dikembangkan secara internal untuk infrastruktur. Infrastrukturnya sebetulnya cukup banyak, ada data center, Jaringan Internet di 7 Kawasan Nuklir BATAN, drive/cloud/storage data, video conference, email, website, dan seterusnya,” ungkap Budi.
Sementara beberapa fitur unggulannya antara lain kontrol jaringan kontrol jaringan dilakukan secara terpusat di unit TIK, keamanan data dan informasi bekerja sama dengan BSSN. Sebagai manfaat dan dampaknya semua unit kerja, semua pegawai di BATAN mendapat pelayanan infrastruktur yang handal.
Selain itu, ada juga solusi lain bernama Portal Sistem Informasi. Solusi ini sudah diimplementasikan cukup lama, sudah hampir sebelas tahunan, karena dimulai sejak tahun 2009. Di dalam porta ini juga mencakup banyak aplikasi, seperti yang berkaitan dengan e-Office Administrasi, ada Pengelolaan Litbang, Manajemen Kinerja, Manajemen SDM, Manajemen Keselamatan, maupun Pelaporan jika terjadi Ketidaksesuaian.
“Nah, (untuk fitur) pelaporan jika tidak terjadi ketidaksesuaian, inilah amanat dari reformasi birokrasi, supaya tidak korupsi,” kata Budi.
Tidak ketinggalan solusi ini juga memiliki fitur unggulan di mana aplikasi ini dirangkum dalam suatu portal dan saling terintegrasi. Beberapa aplikasi terintegrasi dengan Instansi lain (luar) (Kemenkeu, Bappenas, Bapeten, BSSN, dan sebagainya). Manfaatnya seluruh pegawai di berbagai level, baik level eksekutif, kepala batan dan direksi, sampai ke level staf dapat menggunakan aplikasi Sistem Informasi untuk menunjang proses bisnis organisasi.
Untuk solusi yang bersifat ekstenal, BATAN memiliki Layanan Publik yang bersifat komersial. Disebut dengan Silaba (Sistem Layanan BATAN), layanan ini pada prinsipnya adalah layanan public untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Fitur unggulannya adalah semua terintegrasi dengan sistem pembayaran yang ada di Kementerian Keuangan. Nah, manfaatnya tentunya mitra/pengguna dapat meminta layanan secara online dapat memonitoring progress atau melacak (tracking) layanan secara online sudah sampai di mana,” ungkap Budi.
Selain itu ada juga Layanan Publik Non Komersial. Layanan publik non komersial ini dilakukan lewat website dan beberapa aplikasi khusus, sebagai contoh aplikasi SIMITRA (Sistem Informasi Kemitraan) dan Aplikasi Sainstect (Aplikasi Pengelolaan Science dan Technology Park). Layanan ini menawarkan fitur unggulan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan. Manfaat atau dampaknya untuk vendor/supplier/mitra bisa mengaksenya secara online.
Berkaitan dengan era new normal BATAN telah melakukan terobosan, salah satunya adalah dengan aplikasi Presensi dan Pelaporan Kinerja Secara Online. “Sebelumnya untuk melakukan presensi kami pakai hand key dan pakai fingerprint, karena di era new normal (pandemi) kita tidak boleh menyentuh alat-alat,” jelas Budi.
Presensi dan Pelaporan Kinerja Secara Online dikemas dalam Mobile Attendance System (MAS). Nah di dalam Mobile Attendance System atau MAS ini seluruh pegawai dapat melalukan presensi, baik dari rumah (WFH) atau bekerja dari tempat-tempat coworking space.
Fitur unggulan dari aplikasi ini adalah Presensi online, survei kesehatan pegawai terhadap Covid-19 yang harus dilaporkan setiap hari, dan Pelaporan kinerja harian yang harus dilaporkan juga setiap hari. Dengan aplikasi ini, Pegawai dan Organisasi tetap dapat bekerja dan melaporkan akuntabilitasnya walaupun saat menghadapi pandemi Covid-19.
Kemudian untuk solusi di era new normal yang lain, karena sebagian besar bekerjanya dari rumah, BATAN juga punya fasilitas video conference (online meeting). Untujk online meeting, BATAN menggunakan beberapa aplikasi yaitu: Big Blue Button (BBB) yang terintegrasi dengan LMS, ZOOM, dan Yealink yang menggunakan server sendiri maupun fasilitas server milik Yealink. (Fauzi)














