Local Loop, Solusi Jitu Disdikbud Kota Tegal untuk PJJ

Penulis Fauzi

Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat, termasuk dalam hal proses belajar-mengajar. Dengan diterapkannya PSBB (pembatasan sosial berskala besar), agar pembejaraan tetap berjalan kala pandemi institusi pendidikan menggelar apa yang disebut sebagai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Sayangnya, penerapan PJJ sendiri tidak selalu lepas dari kendala. Akses internet dan mahalnya kuota (data), merupakan dua kendala yang kerap dirasakan oleh para peserta didik. Tak ayal, upaya untuk mengatasi permasalahan yang kerap terjadi di saat PJJ terus dilakukan. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal.

Untuk menjawab tantangan pelaksanaan PJJ pada masa pandemi Covid-19, kota Tegal menerapkan konsep Local Loop. Sedikitnya ada tiga latar belakang diterapkannya Local Loop di Kota Tegal seperti diungkap oleh Kepala Dinas Disdikbud Kota Tegal H. Ismail Fahmi.

“Bahwa dalam masa pandemi covid-19 kegiatan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh melalui daring. Ini yang menuntut untuk kita lebih siap, karena kita belum tahu Covid-19 ini akan berakhir. Sehingga yang paling efisien saat ini adalah pembejalaran jarak jauh. Kemudian akses materi pembelajaran melalui daring membutuhkan kuota yang tidak sedikit. (Sebetulnya) ada bantuan dari kemeterian, ada juga dari pemerintah kota Tegal, tetapi ini tidak menjawab tantangan yang ada. Bagaimana pun pembelajaran ini perlu kuota yang tidak sedikit. Dan yang ketiga adalah mahalnya koneksi internet saat ini yang menjadi permasalahan dalam proses belajarn-mengajar, khususnya pada mekanisme pembejalajaran jarak jauh atau PJJ,” ungkap Fahmi pada sesi pada sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan majalah IT Works.

Tiga permasalahan itulah yang membuat Disdikbud dan Diskominfo Kota Tegal akhirnya mengembangkan Local Loop untuk proses pembelajaran jarak jauh.

Local Loop sendiri merupakan jaringan intranet atau jaringan lokal yang disediakan oleh pemerintah kota Tegal yang bisa diakses oleh masyarakat, terkhusus bagi kalangan siswa-siswi dalam rangka mendapatkan materi pembejalajaran yang disediakan oleh guru. Karena Local Loop yang menggunakan jaringan intranet, dari sisi biaya solusi ini juga lebih efisien.

“Biaya akses intranet Local Loop ini lebih efisien dibandingkan dengan jaringan internet yang selama ini digunakan secara umum oleh masyarakat. Dengan tujuan untuk menekan atau mengurangi biaya penggunaan kuota untuk mengakses internet sebagai sarana untuk pembelajaran jarak jauh, serta dalam membantu siswa untuk dapat mengakses materi pembelajaran tanpa dipungut biaya,” kata Fahmi.

Sebagai perbandingan mengenai efisiensi penggunaan Local Loop, diilustrasikan Disdikbud Kota Tegal dalam penggunaan aplikasi Zoom (free). Penggunaan Zoom Free selama 40 menit dengan kuota umum membutuhkan kuota 300 MB atau dengan kata lain dalam setiap 10 menit kuota yang dibutuhkan mencapai 75 MB. Sementara mengakses Zoom free menggunakan Local Loop dengan durasi 10 – 40 menit membutuhkan kuota 0 MB.

Seperti tertuang dalam paparan Disdikbud Kota Tegal keunggulan Local Loop antara lain, penggunaan jaringan lokal secara gratis, lebih mudah diakses, lebih efisien dan efektif, serta jaringan stabil.

Untuk tahap awal, sebagaimana tertuang dalam APBD 2020 murni, solusi Local Loop baru tersedia di dua titik, yaitu di Rusunawa Kraton dan Balai RW 07 Kelurahan Keraton. Baru kemudian pada APBD 2020 perubahan, Local Loop diperluas ke tiga titik, yaitu berada pada Kelurahan Panggung, kelurahan Debong Kidul, dan Kelurahan Sumurpanggang. Jadi secara total, Local Loop sudah tersedia di lima titik.

Materi yang dapat diakses melalui jaringan Local Loop adalah materi pembelajaran secara umum untuk semua jenjang kelas SD maupun SMP, baik dalam bentuk Word, Excel, Powerpoint, PDF, maupun video yang tercakup dalam konten Yuhsinau. Agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih interaktif melalui jaringan Local Loop juga dapat dilakukan tatap muka lewat video call.

Rencananya, seperti tertuang dari IT Master Plan Disdikbud Kota Tegal, jaringan Loop akan ditambahkan lagi pada tahun 2021 nanti. “Ke depan pada anggaran 2021 murni, kita tambahkan lagi pada 8 titik, serta 27 titik SD dan 18 titik pada jenjang SMP. Kemudian juga akan ada materi yang dapat diunduh dalam satu portal tersebut. Juga akan ada fitur absensi siswa yang akan memudahkan siswa untuk absesi menggunakan fitur yang ada sehingga guru akan bisa tahu siswanya yang hadir, absen, dan siswanya yang tidak hadir,” ungkap Fahmi.

Selain Local Loop yang merupakan solusi yang dikembangkan untuk PJJ di saat pandemi Covid-19, Disdikbud Kota Tegal juga memiliki beberapa aplikasi pelayanan masyarakat. Aplikasi-aplikasi dimaksud antara lain SIAPAKAMU (Sistem Informasi Pelayanan Buku Tamu), SIBASO (Sistem Informasi Hibah Bantuan Sosial), SIUDIN (Sistem Informasi Pendeteksian Rumah Dinas), SimSarpras, dan SimDaBOS. (Fauzi)

BACA JUGA

Leave a Comment